Archive for August, 2005

Dilema Google vs. Baidu.Com - Pangsa Pasar Google di Cina Jatuh

techraya.com - web hosting indonesia, domain murahDetik, Google mulai kehilangan pangsa pasarnya di Cina. Pasalnya, saingan mesin cari Google di Cina–Baidu.com–ternyata lebih handal menguasai pasar. Begitu menurut hasil survei.

Survei yang dipelopori oleh Cina Internet Network Information Center (CNNIC) yang berbasis di Beijing, pangsa pasar Baidu.com Inc. di Beijing meningkat 10,8 persen menjadi 52 persen.

Saham Google tadinya hanya sebesar 33 persen. Hal itu terungkap dari hasil survei CNNIC seperti dilansir Associated Press yang dikutip detikinet Rabu (31/8/2005).

Sebagai informasi, Juni silam populasi Internet di Cina berkisar 103 juta. Menurut CNNIC populasi ini berada di peringkat kedua setelah Amerika Serikat.

Jika digabungkan, Google dan Baidu menguasai 80 persen pasar di Beijing dan Shanghai, dan 75 persennya lagi di Guangzhou. Disinyalir, ketiga kota itu tercatat sebagai pengguna internet terbesar di Cina.

Padahal menurut hasil survei enam bulan lalu, Google memegang predikat sebagai pemegang pangsa pasar terbesar di ketiga kota itu. Sayangnya survei yang diadakan awal Agustus silam tidak membeberkan berapa persen pangsa pasarnya.

CNNIC mengemukakan Baidu memiliki pangsa pasar sebesar 43,9 persen di Shanghai. Bandingkan dengan Google yang hanya 38,2 persen. Sementara itu di Guangzhou, pangsa pasar Baidu sebesar 48 persen, sedangkan Google hanya 28,7 persen.

Di sisi lain, raksasa internet Amerika Yahoo!, secara keseluruhan pangsa pasarnya bertahan di 3,7 persen. Ini lebih kecil dari kompetitornya di Cina–Sohu.com dan Sina Corp.–yang masing-masing sahamnya sebesar 4,6 persen dan 4 persen.

Meski Google bisa dibilang populer sebagai mesin penjelajah situs di Cina sejak lama, namun rupanya kesadaran masyarakat akan merek ternama tersebut agak kurang.

Perusahan yang berbasis di Mountain View, California, Amerika Serikat itu baru-baru ini juga mendirikan kantor di Shanghai guna memperluas pangsa pasar di Cina, yang bisa dibilang langkah ini agak terlambat.

Bahkan, Google juga membeli 2,6 persen saham Baidu.com tahun lalu. Langkah ini dilakukan agar Google bisa menguasai pasar Cina yang kecil. Sementara itu, Baidu tetap keukeuh berusaha agar tetap menjadi saingan Google sebagai situs mesin cari berbahasa Cina.

Add comment August 31st, 2005

Apakah Saya Sudah Menjadi Hacker ?

Kempus was here
Greetz to everyone at #neoteker at dal.net

Tapi, apakah dengan begitu mereka sudah menjadi hacker? Pertanyaan yang menarik. II. Apa Hacker Itu Sebenarnya ? Kembali ke awal sekali. Ada banyak sekali pengertian hacker ini. Ada yang bilang kalau sudah bisa menerobos masuk ke sebuah sistem, kemudian menjalankan perintah-perintah secara remote (jarak jauh melalui telnet atau ssh), maka itulah hacker.

Ya, dan film-film serta media massa pun kebanyakan mengartikan hacker demikian. Ada lagi yang mengartikan lain. Seperti John Grisham dalam Hacking Lexicon : “A hacker is someone who is able to manipulate the inner workings of computers, information, and technology.� Atau Eric. S. Raymond dalam How to Become a Hacker : “Ada sebuah komunitas, budaya, terdiri dari para programmer mahir dan ahli jaringan….� dst, saya lupa (data saya hilang di komputer saya yang lama) pokoknya kira-kira begini : “Hacker adalah seorang yang dengan keahliannya mampu melihat dan memperbaiki kelemahan perangkat lunak di komputer, biasanya kemudian dipublikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik.� Jadi ada dua kelompok (mahzab ;-)) tentang pengertian istilah hacker.

Para hacker dari kelompok kedua di atas biasanya menyebut kelompok pertama adalah cracker bukan hacker. III. Bagaimana Menjadi Hacker? Banyak sekali buku, tulisan, dan artikel yang membahas tentang cara menjadi seorang hacker. Silahkan ketikkan keyword ‘how to become a hacker’ atau yang sebangsanya di Google, maka akan didapatkan link ribuan situs yang membahas hal tersebut.

Bahkan banyak sekali perangkat (tool) yang ditujukan untuk itu. Maaf di sini saya tidak akan menjabarkan cara-cara atau teknik-teknik untuk melakukan hacking. Karena artikel ini hanya sekedar pandangan (kosong?) belaka. Sedikit tentang penetrasi, beberapa teknik yang umum digunakan adalah melalui kelemahan setting web server atau kelemahan web server itu sendiri (seperti kasus Unicode pada server IIS beberapa tahun lalu). Atau memanfaatkan kelemahan pemrograman script pada sebuah website (PHP,CGI dll), ini yang paling sering ditemukan. Atau ada juga yang melalui kesalahan input text (SQL Injection, misalnya), seperti kasus yang paling terkenal tahun ini yaitu hacking (hack or crack?) yang dilakukan Dani Firmansyah alias xnuxer pada situs KPU. Rehat sebentar, bicara tentang Dani saya teringat dengan kata-kata Rusmanto (pimred InfoLinux) ketika menyoal polemik yang timbul di masyarakat (wuih.., kempus bahasanya…) apakah Dani itu hacker atau cracker.

Rusmanto bilang kira-kira begini (maaf saya lupa detilnya, jadi kira-kira aja.), ketika Dani menyebarluaskan distro Linux ‘xnuxer’ (anda bisa mendapatkan distro ini yang disertakan pada majalah Neotek) maka ia adalah seorang hacker, tapi ketika ia masuk ke sistem KPU maka ia adalah seorang cracker. Anda setuju dengan Pak Rusmanto? Kembali ke masalah penetrasi. Setelah seorang berhasil masuk ke dalam sebuah system, maka dia dapat berbuat apa saja. Mau deface, mendapatkan akses tertinggi (root pada Linux/Unix, Administrator pada Windows, Supervisor pada Novell), menjalankan psybnc, atau yang paling serem kalau pas ketemu situs CC (wow…!!!) bisa belanja Laptop, PDA, domain name dll (bagi CC donk…mau beli Vespa neh, woi nasib, pengen Vespa tapi itu duit ada aja untuk perlu yang laen…ais ah sabar aja lah. Amien.).

Jadi kira-kira begini, kalau anda ingin menjadi hacker seperti yang diartikan oleh kebanyakan orang dan media massa bahwa (saya ulangi lagi nih) hacker adalah orang yang menerobos masuk kedalam komputer milik orang lain, maka pelajarilah kelemahan yang ada (anda bisa mendapatkan lewat bugtraq, atau beberapa situs juga membahas tentang advisories, so, search google aja. Sebab google adalah pahlawan kita semua.

Mestinya saya dapat duit untuk iklan ini…). Bergabunglah dengan komunitas-komunitas. Ini sangat penting. Sekarang di setiap propinsi ada kelompok yang menamakan diri mereka dengan nama kota atau provinsi dan ditambahkan kata-kata hacker (dari SabangHacker sampai MeraukeHacker mungkin saja ada). Mereka pasti akan senang menerima dan membantu anda apalagi jika anda tinggal di tempat yang sama. Walaupun biasanya anda akan di plonco ketika pertama bergabung.

Saya jadi ingat ketika nyoba-nyoba join ke salah satu channel hacker di IRC di kota saya, saya di-kick berkali-kali sambil dikomentari, ‘anak baru harus diplonco dulu’. Padahal kalau mau sombong (hehe) menurut berita yang beredar, pemimpin mereka dapat ilmu dasar hacking dari teman saya yang dulu sekali waktu kuliah senasib dengan saya pernah dilarang masuk lab jaringan komputer di kampus karena membuat ulah sehingga sistem di lab ‘error’ selama beberapa hari. Hehe (maafin kami pak Riswan, kami masih muda dan terlalu bersemangat waktu itu). Btw, sekali lagi sombong ah, waktu sidang skripsi saya ditanya tentang metode hacking lho. Saya sendiri bingung menjawabnya waktu itu….(apa kabar anda bu Rini..?) Seterusnya kalau anda ingin menjadi hacker seperti yang dijabarkan oleh Eric S. Raymond, maka pelajarilah Linux, bahasa pemrograman (perl, python, C, dll), jaringan. Dan, yang lebih hebat, bergabunglah dengan dunia Open Source. Sebarluaskan hasil karya anda (artikel, program, riset, bug yang anda temukan, atau yang lainnya) di internet. Akan lebih baik lagi jika anda memiliki website sendiri atau bergabung dengan komunitas online yang sudah ada dan memberi kontribusi di sana. Termasuk di neoteker.or.id dan #neoteker tentunya.

Terus mungkin ada yang bertanya (mungkin ya…). Kempus, dari dua kelompok di atas kau ikut yang mana?. Maka saya akan jawab: gak tau, saya mau jadi tukang komentar aja…… Jadi, Apakah Saya Sudah Menjadi Hacker ? Saya pribadi akan menjawab pertanyaan ini dengan : “BELUM�. Ya, saya belum menjadi seorang hacker. Anda? TAMAT. 15 Nopember 2004, siang hari di dalam tug boat yang sedang bersandar di dermaga sebuah perusahaan Wood Working Industry di tepi Sungai Batanghari ketika saya ‘diundang’ untuk mengembangkan Sistem Informasi Logging Inventory pada perusahan tersebut. Di-edit ulang pada 25 Agustus 2005. Kempus.S.R., S.Kom. kempus@linuxmail.org

Add comment August 29th, 2005

Pertumbuhan Trafik Internet Global Melambat

techraya.com - web hosting indonesia domain murahDetik, Setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan pesat, trafik internet kini tumbuh dengan lambat. Secara global gambarannya begitu, meski ada beberapa kawasan yang pertumbuhannya masih tinggi. Hal itu diungkap analis dari perusahaan konsultan Telegeography.

BBC News yang dikutip detikinet Senin (29/8/2005) mengungkap, lalu-lintas internet antarnegara melalui backbone hanya tumbuh 49 persen pada tahun 2005. Angka itu jauh lebih kecil dibanding kondisi tahun 2004, yang angkanya mencapai 104 persen.

Telegeography mengatakan, perubahan ini bisa jadi disebabkan karena secara global, terjadi penurunan jumlah pelanggan layanan internet berkecepatan tinggi.

Alan Mauldin, seorang analis peneliti senior mengatakan, untuk sektor lain pertumbuhan tahunan sebesar 49% adalah angka yang luar biasa. Tapi untuk pertumbuhan internet yang cenderung tumbuh dengan cepat, angka tersebut adalah sesuatu yang biasa-biasa saja. “Tetapi pertumbuhan segitu lumayan kuat,” katanya.

Meski begitu, tingkat pertumbuhan pada beberapa daerah tetap tinggi, ujar Mauldin. Di Asia pertumbuhannya sebesar 76% dan 70% di Amerika Latin. Tetapi angkanya sempat menurun pada tahun 2004.

Pertumbuhan lalu-lintas internet selama beberapa tahun lalu, dapat dilihat melalui salah satunya dari London Internet Exchange (Linx), dimana lebih dari 150 penyedia layanan internet bertukar data dengan yang lain.

Selama beberapa tahun, sejumlah lalu lintas yang melalui Linx meningkat dari rata-rata 30 Gb per detik menjadi lebih dari 67 Gb per detik. Pada tahun 2000 telah menembus 5 Gbit per detik.

Saat ini rata-rata jumlah lalu lintas yang melintas antar negara adalah 1 Tb per detik. Jika rata-rata pertumbuhan tetap seperti ini sepertinya akan menembus 3 Tb per detik pada tahun 2008.

Kondisi pada beberapa tahun lalu, disebabkan karena adanya peningkatan popularitas file sharing yang mendorong peselancar internet untuk saling bertukar dan berbagi file dalam kapasitas yang besar, ujar Mauldin.

Internet Makin Matang

Secara umum, dirinya mengatakan, Internet telah matang. Hal ini ditandai dengan jumlah pertumbuhannya telah menurun dan mereka yang telah terhubung, dapat menggunakannya sebanyak yang mereka mau.

Tanda lainnya, ujarnya, adalah stabilisasi dalam harga untuk akses backbone jaringan yang turun tajam sebelum tahun 2005.

Mauldin menekankan bahwa hal di atas belum merepresentasikan gambaran lalu-lintas internet secara keseluruhan. Hal ini terjadi karena Telegeograph hanya menghitung lalu-lintas data antarnegara, tidak termasuk lalu-lintas data dalam suatu negara, yang menurut Mauldin, jumlahnya bisa saja sama besar.

Meski begitu, lalu-lintas internasional dinilai Mauldin merupakan indikator yang baik untuk merepresentasikan pertumbuhan jaringan, dan untuk merumuskan arahan secara umum.

Telegeography dapat membuat gambaran untuk tahun 2005 karena perhitungan tahunannya dilakukan dari April ke April.
(nks)

Add comment August 29th, 2005

Misteri Blogger Asal Solo - Sahabat: Sha Sosok yang Real

techraya.com - web hosting indonesia domain murahDetik, Ini masih tentang Sha, blogger asal Solo yang mencuri atensi para bloggermania. Gadis bernama lengkap Natasha Anya ini kembali disangkal sebagai tokoh rekaan.

Setelah sahabatnya bernama Elzan, sahabat Sha lainnya yang bernama Danny, alias Dan alias Daniel, juga menegaskan Sha benar-benar ada. “Sha dalah sosok yang real,” tegas Dan dalam e-mailnya pada detikcom, Jumat (26/8/2005).

Sekadar diketahui, Dan ini adalah sosok sentral yang mengungkap kepergian Sha. Dan mengumumkan kematian Sha lewat situs blogfam, salah satu komunitas web-blogger Indonesia yang anggotanya bermukim di lima benua dengan latar belakang suku, agama, usia, status dan profesi yang berbeda.

Posting Dan di situs adalah Posted: Tue Aug 16, 2005 1:07 am
Siang ini, pukul 1 WIB Natasha Anya telah berpulang ke pangkuan Bapa di sorga. Semua kebaikannya masih berbekas di hati kita, teman-temannya. Semoga kamu bahagia di sana sHa…

Di berbagai situs Sha, Dan menempati posisi yang istimewa. Dalam tulisan terakhir Sha berjudul Mimpi Buruk yang bikin miris di blognya http://kembangsolo.blogspot.com, Sha menyebut-nyebut nama Dan.

“Sebelumnya aku sempat sms dengan Dan, Kepada Dan aku bilang kalo capek banget,Kakiku linu dan aku chat sambil tiduran,” tulis Sha.

Sementara, tulisan Dan di blogfam adalah: Posted: Tue Aug 16, 2005 1:07 am Siang ini, pukul 1 WIB Natasha Anya telah berpulang ke pangkuan Bapa di sorga. Semua kebaikannya masih berbekas di hati kita, teman-temannya. Semoga kamu bahagia di sana sHa…

Dan bergabung di blogfam pada Juni lalu. Di situ tertulis Dan Joined: 21 Jun 2005 Location: Alexandria.

Ketika ada anggota blogfam yang bertanya apa penyebab kematian Sha, Dan menyebut penggumpalan darah di otak. Tapi beberapa waktu kemudian dia meralatnya menjadi gagal jantung dan mengakui ada kesimpangsiuran penyebab kematian Sha.

Dari blog Sha, blog Dan juga bisa diklik. Dan justru dari situs Dan-lah, gambar seseorang yang ditulisi sebagai Sha hadir. Blog Dan beralamat di http://daninblog.blogspot.com.

Sedangkan URL yang ada gambar Sha-nya ada di http://daninblog.blogspot.com/2005/08/farewell-my-beloved-tasha.html. Di gambar itu tampak gadis muda didandani cantik mengenakan kaos putih dalam posisi ‘tidur’. Di bawahnya ada tulisan In Memoriam Natasha Anya July 10, 1982-August 16,2005.

Dan terakhir menulis tentang Sha pada 23 Agustus dengan judul “Usai
sudah…”
. Petikannya:
Usai sudah masa meratap.
Usai sudah masa bersedih.
Realita diiringi sang waktu yang terus berjalan, dengan tegas
menghardik: “Tasha tak akan pernah kembali!

Dalam jawaban e-mailnya kepada detikcom, Dan mengungkapkan, dia kenal Sha sudah 5,5 tahun. Meski demikian, lagi-lagi hubungannya hanya lewat dunia maya dan telepon, seperti halnya Elzan.Dan tidak pernah bertemu secara fisik dengan Sha.

Dan bisa memahami adanya kalangan yang tidak percaya Sha benar-benar ada dan telah meninggal dunia beberapa jam setelah menulis mimpi kematiannya di blog-nya. Dan membantah apa yang dilakukan Sha hanya sensasi. “Keraguan Anda bisa dimengerti karena Anda belum pernah mengenal dia,” kata Dan seraya menampilkan emoticon senyum.

Dan juga tidak bersedia memberikan alamat kongkret keluarga Sha di Solo. “Saya baru confirm dengan pihak keluarga mereka dan ini pesan dari mereka, tanpa saya tambahin dan kurangi: Kita pihak keluarga tidak mau diekspose. Apa pun itu kami hargai atas perhatiannya. Kami ingin hidup tenang,” tulis Dan.

“Jadi, saya mohon, Anda bisa mengabulkan permintaan keluarganya. Mereka sekarang sangat terpukul atas kepergian putri sulung mereka satu-satunya. Tolong jangan tambahkan kesedihan mereka,”
demikian tulis Daniel.

Add comment August 27th, 2005

Regulasi WIMAX, Perlukah?

techraya.com - web hosting indonesia domain murahDetik, Salah satu realita yang harus dihadapi Indonesia dalam mengadopsi WiMax adalah persoalan alokasi frekuensi dan penetapan siapa yang layak menjadi operatornya. Artikel kali ini akan menyoal bagaimana sebaiknya Pemerintah dalam mengatur penggunaan WIMAX menyusul desakan sejumlah kalangan agar segera diterbitkan kebijakan tentang penggunaan WIMAX. Pertanyaannya, perlukah Regulator Telekomunikasi secara khusus mengatur penggunaan WIMAX?

Persoalan pertama, yang harus mendapat perhatian adalah perlu adanya regulasi yang mengatur tentang batasan wilayah (zoning) dan perencanaan alokasi frekuensi. Jika kelak WIMAX mulai digunakan secara massal, perubahan menyolok yang akan tampak adalah munculnya antenna piringan (dish antenna) di atap atau di sisi gedung perkantoran, di atap rumah tinggal atau di mana saja yang memungkinkan diperolehnya sinyal terbaik untuk menangkap dan mengirim gelombang elektromagnet pada frekuensi kerjanya.

Penggunaan piringan antenna dalam ukuran mini sudah lazim di Indonesia, khususnya sejak diizinkannya layanan siaran langsung melalui satelit (Direct Broadcasting Services / DBS). Tidak banyak menimbulkan masalah karena antenna piringan tersebut digunakan hanya untuk menerima sinyal dari satelit. Antenna WIMAX sebaliknya, selain untuk menerima juga untuk mengirim sinyal, persis seperti antenna untuk layanan Very Small Apperture Terminal (VSAT).

Persoalan yang diperkirakan akan muncul adalah interferensi antar pesawat WIMAX yang phisiknya terpasang berdekatan, atau pola sinyalnya (signal pattern) bersimpangan (cross interference). Belajar dari dampak pengaturan pita frekuensi 2.4 GHz yang dialokasikan untuk akses Internet tanpa harus memperoleh ijin khusus, jika kelak penyelenggaraan WIMAX ditetapkan dengan izin, namun tidak disertai dengan kebijakan batasan wilayah diramalkan kekacauan sebagaimana terjadi pada pita frekuensi 2.4 GHz akan dialami oleh pengguna WIMAX.

Persoalan kedua, berkenaan dengan standar. Guna memperoleh efisiensi global dalam pemanfaatan WIMAX dibuatlah standar yang menetapkan berbagai hal sebagai acuan, seperti protokol komunikasi, pola sinyal, frekuensi kerja, lebar pita (bandwidth), format data, modulasi, dan lain sebagainya. Standar ini sedang dibangun oleh sebuah kelompk kerja internasional yang menyebut dirinya sebagai WIMAX Forum.

Konon ada beberapa perusahaan Indonesia yang ikut menjadi anggota forum ini, namun dari pengamatan keanggotaan mereka pada umumnya bersifat pasif, lebih banyak sebagai pendengar dari pada proaktif mengusulkan ini-itu yang kelak menguntungkan Indonesia. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), menurut informasi yang penulis terima, tidak atau belum menjadi anggota WIMAX Forum.

Tidak atau belum menjadi anggota, atau sudah menjadi anggota namun pasif saja sebetulnya tidaklah menjadi persoalan benar bagi Republik ini. Yang menjadi persoalan adalah bila BRTI, karena desakan vendor dan calon operator WIMAX, tergesa-gesa menetapkan kebijakan penggunaan WIMAX sementara standar internasional belum terbit.

Ada resiko, bila ternyata kebijakan tadi tidak sejalan dengan standar internasional maka masyarakat Indonesia, khususnya calon pengguna WIMAX harus menanggung biaya tinggi, karena mereka harus membeli perangkat WIMAX dengan spesifikasi khusus sesuai standar nasional yang telah ditetapkan oleh BRTI. Sialnya, vendor akan menawarkan harga yang lebih tinggi untuk dapat menyediakan perangkat dengan spesifikasi khusus.

Sebagai perbandingan, Korea dan Jepang tidak perlu menunggu terbitnya standar internasional untuk mulai memanfaatkan WIMAX. Korea bahkan membuat standar sendiri yang disebutnya WiBro, dan Jepang menetapkan pita frekuensi 4.9 GHz sebagai frekuensi kerja WIMAX di negara tersebut. Kedua negara ini tidak memperoleh masalah karena mereka mampu membangun perangkat sendiri, sementara pasar wireless broadband mereka tergolong sudah besar. Indonesia? Kita semua tahu, Indonesia bukan negara pembuat teknologi WIMAX.

Yang menjadi pertayaan, haruskah kita menunggu hingga standar 802.16d (fixed) dan 802.16e (mobile) terbit? Jika jawabnya YA, tentu vendor dan calon operator WIMAX akan bersungut-sungut karena mereka harus menanti setidaknya dua tahun lagi untuk layanan fixed dan lima tahun lagi untuk layanan mobile.

Padahal, peluang bisnis yang menguntungkan sudah harus mereka wujudkan kalau perlu sejak awal tahun 2005 ini. Apa yang dapat dikerjakan BRTI agar kepentingan vendor dan calon operator terakomodasikan? Jawabnya sederhana, kembali saja kepada prinsip kebijakan netral teknologi (neutral technology policy).

Kebijakan netral teknologi mengacu pada prinsip pengaturan sumber daya ekonomi secara netral tanpa mengindahkan betapapun canggihnya suatu teknologi tertentu telah tersedia dan dimiliki oleh kalangan tertentu untuk memanfaatkan (utilize) sumber daya ekonomi tersebut. Dalam prinsip ini kebijakan harus mengacu pada azas perlakuan yang sama, keadilan, dan manfaat.

Dengan demikian yang menjadi pokok pengaturan adalah aspek generik yang melandasai semua teknologi terapan di atasnya. Aspek generik tadi dapat juga berupa teknologi, namun sudah dipakai sebagai basis bersama oleh berbagai produk teknologi.

Dalam hubungan ini WIMAX berdiri di atas teknologi nirkabel, sama seperti GSM, CDMA dan 3G. Teknologi nirkabel menjadi generik, dan oleh karena itu sebaiknya BRTI memfokuskan pada pengaturan nirkabel saja beserta dampak ikutannya seperti alokasi dan penetapan penggunaan frekuensi.

Kecenderungan yang terlihat akhir-akhir ini, BRTI dalam membuat kebijakannya menjadi tidak netral. Hal ini terlihat dari sibuknya membebaskan pita IMT-2000 yang akan dialokasikan untuk layanan berbasis WCDMA atau 3G.

Kembali ke persoalan standar, mengacu pada tren teknologi wireless yang siklus hidupnya makin cepat, penetapan pita frekuensi untuk teknologi tertentu memiliki resiko kadaluwarsa (obsolescence) yang makin cepat pula. Kebijakan yang tepat adalah unified licensing, yakni memberikan izin penggunaan suatu pita frekuensi kepada operator jaringan telekomunikasi untuk digunakan layanan apa saja, tanpa melihat teknologi yang akan digunakan, sepanjang tidak menimbulkan gangguan terhadap operator lain.

Jika kebijakan unified licensing ini dipercepat, kelihatannya vendor dan calon operator WIMAX tidak perlu harus menunggu lama sampai mereka benar-benar membuktikan apakah layanan WIMAX ini menguntungkan atau sekedar janji tanpa bukti.

Penulis adalah Direktur Institute for Technology and Economic Policy Studies (INSTEPS) dan salah satu ketua Masyarakat Telematika Indonesia.(wsh)

Add comment August 24th, 2005

techraya.com - web hosting indonesia domain murahDetik, National Science Foundation (NFS) akan kucurkan dana sebesar US$148 juta (US$
1 = Rp 10.125 sumber: detik.com) lebih selama lima tahun kedepan untuk mengembangkan fasilitas Extensible Terascale–kumpulan fasilitas interkoneksi komputasi super–biasa disebut TeraGrid.

NSF telah mendanai TeraGrid selama bertahun-tahun. Proyek tersebut dimulai sebagai mitra cluster berbasis Itanium di National Center for Supercomputing Applications dan San Diego Supercomputing Center. Yang kemudian meluas hingga Pittsburgh Supercomputing Center dan beberapa situs lain.

Dari sekian juta dana yang dikucurkan, sebesar US$ 46 juta (US$ 1 = Rp 10.125,00 sumber:detik.com) akan digunakan sebagai pembiayaan pembangunan sistim secara keseluruhan, pengintegrasian software, pengoperasian serta koordinasi dukungan pengguna, di University of Chicago.

Sisanya, sebanyak US$ 100 juta akan digunakan untuk mendanai operasi dan dukungan pada delapan lokasi lain yang tergabung dalam proyek TeraGrid.

Sejauh ini, sekitar 1000 ilmuwan telah menggunakan TeraGrid. Lebih jauh lagi, jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat setidaknya hingga 3000 pada tahun 2009.

Proyek penelitian yang dapat dilayani sistim terkait diantaranya adalah riset mekanisme otak, ramalan badai, diagnosa penyakit, prediksi dampak gempa bumi, proyek perlindungan air tanah dari proses kontaminasi, dan lain-lain.

Lokasi lain yang terlibat dalam proyek TeraGrid diantaranya adalah Indiana University, Oak Ridge National Laboratory, Purdue University, Texas Advanced Computing Center, University of Chicago dan Argonne National Laboratory. Demikian seperti dilansir CNET News yang dikutip detikinet Rabu (24/8/2005).(ien)

Add comment August 24th, 2005

Gudang Data Curian Tersingkap

techraya.com - web hosting indonesia, domain murahDetik, Ribuan pengguna komputer terperangkap dalam praktik pencurian identitas. Sebuah server yang berbasis di Amerika Serikat ketahuan menyimpan jutaan byte data, yang dicuri dari komputer yang berhasil diperdayainya.

Perusahaan keamanan Sunbelt Software mengungkapkan hal itu seperti dikutip detikinet, Rabu (24/8/2005) dari BBCNews.com. Keberadaan server tersebut ditemukan ketika Sunbelt melakukan riset tentang infeksi spyware.

Di server itu, tersimpan password rekening online dari 50 bank, Ebay dan login Paypal. Salah satu rekening bank diketahui menyimpan US$380.000 di dalamnya. Tidak hanya itu, komputer tersebut menyimpan ratusan nomor kartu kredit dan setumpuk data pribadi.

Kasus ini sudah dilaporkan ke FBI dan praktek pencurian ID ini tengah diselidiki.

Pencurian data ini diduga disebabkan karena varian dari keluarga trojan bernama Dumaru atau Nibu. Trojan tersebut mengeksploitasi titik lemah di browser Internet Explorer milik Microsoft.

Trojan secara otomatis akan membenamkan dirinya sendiri di komputer yang mengunjungi situs yang disiapkan untuk melancarkan praktik pencurian ini. Situs yang dimaksud sudah dilengkapi program keylogger, yang siap menyalin apa saja yang diketikkan user.

Apa yang membuat praktik ini efektif? Wakil presiden penelitian dan pengembangan di Sunbelt Software, Eric Sites, memaparkan bahwa bug ini bisa menangkap teks yang disimpan di clipboard dan Internet Explorer.

Browser Microsoft mempunyai sebuah fitur bernama “AutoComplete”. Fitur ini secara otomatis bisa melengkapi data yang akan diisikan pada form isian, di mana orang biasanya mengisi nama, alamat, alamat e-mail, nomor kartu kredit dan detail biografis lainnya.

Fitur itu dibuat untuk memudahkan pengisian form pada sebuah situs web. Dalam kasus ini, Sites menilai bahwa fitur ini malah menjadi jalan bagi pencurian identitas.
(nks)

Add comment August 24th, 2005

Kisah Pendek Digital Amazon.com

techraya.com - web hosting indonesia, domain murahDetik, Amazon.com kini menjual literatur pendek dan karya non-fiksi anyar yang sudah dimulai sejak Jumat (19/8/2005) lalu. Karya-karya tersebut ditulis secara eksklusif oleh penulisnya khusus untuk pengecer internet.

Karya-karya ini tidak diterbitkan dalam versi cetak. Hanya diterbitkan dalam format salinan digital yang bisa disebarluaskan lewat e-mail, aktivitas download, bahkan dicetak dari situsnya langsung seharga 49 sen per satu kali kemunculan.

“Para penerbit selalu menemui kesulitan menjual dan memasarkan tulisan-tulisan pendek. Namun Amazon punya solusinya, yang bisa dibilang sangat menarik,” papar Daniel Wallace, salah seoreang wakil dari Amazon.com, seperti dilansir Associated Press yang dikutip detikinet Minggu (21/8/2005).

Hingga saat ini sudah ada sekitar 60 penulis yang mendaftar. Termasuk diantaranya novelis tersohor Danielle Steel. Di mana ia menulis kisah pendek tentang hidupnya sendiri sebanyak 13 halaman yang diberi judul ‘Candy for the Soul’.

Sementara itu, untuk versi cetak, kisah yang paling menarik dan terlaris dijual di amazon.com adalah besutan Harry S. Dent yang berjudul ‘Bubble After Bubble in The Ongoing Bubble Boom: Oil Bursts, the Housing Bubble Fades and Now Stocks Emerge Into a Greater Bubble that Finally Ends in 2010′.

Sebagai informasi, Amazon.com memulai bisnis sebagai pengecer buku online ini sejak 10 tahun lalu.

Add comment August 23rd, 2005

Pengelolaan Domain .id Terancam Mandek?

techraya.com - web hosting indonesiaDetik, Dalam waktu dekat, sesuai kesepakatan APJII dan ccTLD-ID, pengelolaan domain .id akan diserahkan ke Depkominfo. Namun pengelolaan nama domain berakhiran .id itu terancam mandek karena pengelola lama hanya mau menyerahkan zone file tanpa aplikasi yang diperlukan. Lho kok?

Awal September 2005 pemerintah akan menerima limpahan pengelolaan domain .id. Hal ini dilakukan selama masa transisi pengelolaan dari ccTLD-ID ke lembaga baru yang disebut-sebut akan bernama Yayasan Indonesia Network Information Center (IDNIC).

Sehubungan dengan itu, Senin (22/8/2005), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan ccTLD-ID kembali mengadakan pertemuan di Kantor Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo). Dalam pertemuan tersebut turut hadir Mantan Sekjen APJII, Heru Nugroho, sebagai pemberi masukan.

Menilik hasil pertemuan, Heru mengaku khawatir pengelolaan domain .id akan terhenti. “Domain .id terancam mandek, atau paling tidak mengalami gangguan serius. Dan ini jangan sampai terjadi,” tutur Heru kepada detikinet, Selasa (23/8/2005).

Apa pasal? Rupanya, ujar Heru, ccTLD-ID tidak menyerahkan cukup sumberdaya yang dibutuhkan untuk mengelola domain .id. “Pihak ccTLD-ID hanya mau menyerahkan zone file-nya saja. Tidak secara keseluruhan database, aplikasi, standard operating procedure dan sebagainya,” lanjut Heru.

Hal itu diakui oleh Budi Rahardjo. Menurut penggerak ccTLD-ID ini, pihaknya hanya akan mengerahkan zone file kepada pengelola berikutnya. Budi beranggapan hal itu sudah cukup untuk mengelola domain.

Zone file merupakan berkas-berkas digital yang terletak pada doamin host/i> atau name server. File ini mencantumkan alokasi alamat Internet Protocol, domain, sub-domain, dan server e-mail.

Ia pun mengaku sedih melihat kurangnya pemahaman soal zone file dari pihak yang akan diserahi pengelolaan domain. “Kalau mau menata domain tapi nggak ngerti zone file itu sangat mengerikan. Ibaratnya mau menyetir mobil tidak tahu rem dan tidak tahu gas,” ujar Budi saat dihubungi detikinet secara terpisah.

Sedangkan mengenai aplikasi, ujarnya, itu merupakan proprietary (hak milik-red) pembuatnya sehingga tidak akan diserahkan. Ia menambahkan bahwa aplikasi yang selama ini digunakan ccTLD-ID dikembangkan oleh individu-individu.

Nantinya, jika sudah diserahkan ke pemerintah atau pihak lain, Budi menegaskan pihaknya tak akan ikut campur lagi. “Mohon dimengerti bahwa operasional (pengelolaan domain-red) tidak mudah. Kami sudah capek dan tidak mau diusik lagi,” ia menambahkan.

Jadi bagaimana dong? Menurut Heru, semua pihak yang terlibat harus bisa ‘duduk bersama’ dan bersikap legowo. “Jangan sampai soal settlement APJII dan ccTLD-ID dicampuradukkan dengan persoalan publik,” imbuhnya. (wsh)

Add comment August 23rd, 2005

Microsoft Akan Globalkan Perjanjian Sewa Software

techraya.com - web hosting indonesiaDetik, Microsoft Rental Agreement (MRA) yang saat ini diberlakukan di tiga negara Asia, termasuk Indonesia, akan diberlakukan di seluruh dunia. Implementasi MRA di Indonesia, Malaysia, dan Korea akan menjadi contoh kasus implementasi global.

Hal itu diungkapkan Anti Suryaman, Manajer Lisensi PT Microsoft Indonesia, di sela-sela acara Seminar untuk Warnet yang diadakan Microsoft di Hotel Grand Angkasa, Medan, Selasa (23/8/2005). Menurut Anti, meski hanya diberlakukan di tiga negara tersebut, bukan berarti warnet-warnet di negara-negara lain bebas menyewakan softwarenya untuk operasional warnet. “Oleh karena itu, MRA akan diberlakukan di semua negara di seluruh dunia,” ia menambahkan.

MRA diberlakukan pertama kali di Malaysia, tak lama kemudian menyusul Korea dan Indonesia. Di Indonesia, menurut Anti, MRA diberlakukan untuk memenuhi aspek legal bagi pengguna Microsoft khususnya warnet.

“Ketika aksi sweeping marak menimpa warnet di Indonesia, yang disebabkan oleh salah satu pasal di EULA, Microsoft Indonesia lalu menawarkan MRA dengan belajar dari penerapan MRA di Malaysia dan Korea,” ujar Anti. MRA merupakan perjanjian khusus yang diberlakukan Microsoft untuk warung internet (warnet). Perjanjian ini memberi hak bagi warnet untuk menyewakan software Microsoft legal untuk operasional warnet.

“Penerapan MRA di tiga negara ini akan menjadi best practice untuk kemudian menjadi rujukan MRA secara global,” imbuhnya. Anti mengatakan, sampai saat ini sudah ada 800 warnet di seluruh Indonesia yang mengikuti MRA.

Seminar Warnet

Seminar warnet yang diselenggarakan Microsoft di Medan merupakan upaya Microsoft untuk mengedukasi konsumen. Seminar kali ini sekaligus dimanfaatkan pemilik warnet di Medan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka.

Sekitar 100 pemilik warnet hadir dalam seminar tersebut. Mereka banyak menanyakan aspek legal software di warnet, seperti MRA dan Certificate of Authentication (CoA). Peserta juga meminta Microsoft memperbaiki mekanisme pengiriman patch.

Selain itu peserta juga memberi masukan agar Microsoft melakukan edukasi kepada partner Asli (reseller software Microsoft) mengenai pasal-pasal di EULA. Sehingga, calon konsumen paham akan aturan dalam EULA dan tahu konsekuensinya jika menyepakati EULA.

Di seminar yang juga dihadiri oleh perwakilan ICT Watch ini, peserta cukup aktif menanyakan sisi hukum yang bersentuhan dengan warnet. Bulan Oktober Microsoft akan mengadakan edukasi soal EULA dan MRA untuk Pemda dan aparat penegak hukum.(wsh)

Add comment August 23rd, 2005

Previous Posts


Calendar

August 2005
M T W T F S S
    Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Posts by Month

Posts by Category