Archive for October, 2005

Search Engine Optimizing

Search Engine Optimization or SEO for short, what does it mean?. Getting a number one ranking in all search engines some people may say.

I think SEO means arranging your content in a way that not only humans understand where you website is about, but the search engines also know.

It is important to know how those search engines read and understand your website, so they can index the subject(s) of your website, and deliver relevant search results to their users.

SEO is no rocket science, everybody can learn the basic principles pretty soon. There plenty of forums, some with hundreds of visitors a day, discussing search engine rankings, just do a search in google or another search engine for ‘SEO forum’. Sometimes it seems to me that the web most popular subject is the web itself…

If you are planning a website it is important that from the start phase you already keep the Search Engines in mind, it saves you a lot of trouble afterwards. If you don’t want to bother with rankings yourself, just write your content and have a good SEO consultant review it. If you hire a consultant, please note that the good ones are not cheap. Important is that when you hire someone that you do background research on this company or person. There are plenty of optimizers around that give false promises or use dangerous methods of optimizing.

If you want to do SEO yourself, I give you here some basic priciples to work with:

  • Don’t use frames, you don’t need them and search engines usually don’t ‘understand’ them very well without additional tricks.
  • Don’t use splash pages, in most cases your main page will be the content focus, make use of it.
  • Use the subjects of your pages in the titles of your pages. This seems an obvious remark, but so many don’t do this.
  • Don’t focus on single keywords, most users who search for “special things” use more the a few words to search.
  • Check your HTML syntax. Allthough a browser may be forgiving, search engine robots may not be.
  • Use descriptive texts for your links (anchor text). Describe the page with your link, SE’s use this anchor text to undertand where the page is about. If you use images for your links, give them a descriptive ALT attribute.
  • Put the most important subjects of your page at the top of the page.
  • Make sure that ALL your pages are linked from every page you have. If you have to many pages, divide your site in sub directories which are linked together. Create a sitemap, not only handy for your users, but also for search engine indexing.
  • Use plenty of original content, and don’t be a copycat.
  • Use descriptive filenames and directory names, seperate words with a dash ‘-’.
  • Get your site linked with good anchor text from relavant sites. Beg for links. But don’t worry, its the quality and services of your site that finally will get you links automaticly. Search Engines use the number of links to your site as one of factors to determine your ranking for search phrases.
  • Don’t spam the SE’s by filling guestbooks, forums, blogs or other places where you can place a link for free to your site. It doesn’t work on the long run.
  • Read the SEO guidelines of every search engine.
  • Read about the efforts of others in relevant forums.
  • Be patient, don’t expect overnight results. Building a good ranking website is something that takes time, a lot of effort, and original quality content.
  • Write for humans with search engines in mind, not the other way around. Search engines are getting smarter everyday.

Happy SEO-ing ^_^

Add comment October 12th, 2005

Saat Ledakan Bom Bali II, Kuli Bangunan Itu Berada di Jember

Penangkapan Hasan (45), buruh bangunan yang disinyalir mengetahui para pelaku bom Bali II, menyisakan tangis bagi istrinya bernama Tuti. Selain tidak percaya, Tuti mengaku suaminya berada di Jember pada saat kejadian bom bunuh diri itu.

“Kita semua, termasuk suami saya (Hasan) tahu ada bom di Bali melalui televisi. Bahkan, saat menonton televisi itu suami saya bilang, wah kalau ada bom begini order pekerjaan akan sulit nanti di Bali,” aku Tuti tanpa henti-hentinya menangis.

Pengakuan itu disampaikan Tuti di di rumahnya, Dusun Gayam, Desa Kaliwinang, Kecamatan Rambipuji, Jember, Jawa Timur, Selasa (11/10/2005). “Suami saya bekerja di Bali sudah hampir dua tahun sebagai buruh bangunan,” kata Tuti sambil terus meneteskan air mata.

Ibu tiga orang anak ini tidak menyangkal, selama di Denpasar, Hasan tinggal di tempat kos Jalan Nangka Selatan Gang Nuri III Nomor 11. Namun, Tuti tidak mengetahui bila suaminya mengenali pelaku pengeboman, yang juga kos di tempat yang sama.

Menurut Tuti, dua hari sebelum terjadi ledakan bom bunuh diri di Bali 1 Oktober lalu, Hasan sempat pulang ke Jember. Kepulangan Hasan ini, dalam rangka menyambut bulan puasa untuk ziarah ke makam ibunya. Jadi, ketika terjadi bom bunuh diri di Jimbaran dan Kuta Square, Hasan masih berada di Jember.

Dengan ditangkapnya Hasan, urai Tuti, otomatis telah menguburkan cita-cita sang kepala keluarga. Sebab, Hasan sudah berniat membuka toko di rumahnya. Sayangnya, pembangunan toko kecil-kecilan itu terhambat di tengah jalan. Kini, hanya tersisa sisa bangunan yang belum rampung dibangun.

Tuti pun menceritakan penangkapan Hasan pada Minggu 9 Oktober lalu sekitar pukul 20.00 WIB. Hasan ‘dijemput’ empat petugas polisi dari Polres Jember. Alasan petugas, Hasan dibawa ke Polsek Rambipuji untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait dengan bom Bali II.

Keluarga pun menaruh curiga. Sebab, pada saat penangkapan, polisi tidak menunjukkan surat perintah penangkapan atau penahanan. Tuti pun memeriksa keberadaan Hasan ke Mapolsek Rambipuji. Malangnya, setelah diperiksa oleh tuti dan keluarganya, ternyata hasan tidak berada di tempat.

Informasi pertama yang diterima Tuti, Hasan sudah dipindahkan ke Polres Jember. Tapi setelah diperiksa, ternyata Tuti tidak juga menemukan suaminya. Akhirnya, informasi terakhir yang sampai ke telinga Tuti, suami tercinta sudah dibawa ke Bali.

Kini, Tuti belum tahu langkah apa yang akan diambil keluarganya. Sebab, suaminya sudah berada di Bali. Tuti hanya bisa berdoa agar suaminya dapat dibebaskan. Dengan keyakinan penuh, Tuti percaya bahwa suaminya tidak bersalah.

Disebutkan, Hasan pernah menjadi tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Rumah Hasan terlihat sederhana dengan luas sekitar 8×10 meter. Dinding bagian depan terbuat dari tembok, sedangkan bagian dapur terbuat dari anyaman bambu. Di halaman depan rumah, terlihat onggokan bangunan toko yang belum selesai.

Menurut keterangan beberapa tetangga, perilaku Hasan tidak menunjukkan adanya gejala keanehan atau penganut aliran fundamentalis tertentu. Ibadah Hasan pun terlihat normal dan tidak fanatik.

Seperti diberitakan, Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Soenarko mengatakan, Hasan merupakan salah satu dari 4 orang yang kos di Jalan Nangka. Keempat orang penghuni kos ini tiba-tiba menghilang setelah terjadi ledakan pada tanggal 1 Oktober 2005. Diduga 3 orang penghuni kos lainnya terkait dengan bom di Jimbaran dan Kuta Square.

Penangkapan ini, lanjut Soenarko, mengacu pasal 28 UU Nomor 15 tahun 2003 bahwa polisi dapat melakukan penangkapan terhadap setiap orang yang diduga keras ada kaitannya dengan masalah terorisme. Jadi, polisi memiliki kewenangan untuk menangkap dan memeriksa 7 X 24 jam.

Hingga kini, polisi telah memeriksa 259 saksi. Dari jumlah tersebut, 125 orang diambil dari Raja’s Bar dan Restaurant, 91 orang saksi dari Kafe Menega dan 63 orang saksi dari Kafe Nyoman.

Add comment October 12th, 2005

‘Akademisi Haruslah Menulis’

web hosting indonesia, domain murahBagaimana mendapatkan ide untuk membuat suatu tulisan? Apakah cara kerja media cetak dan media online berbeda? Informasi apakah yang cocok untuk diletakkan di blog? Itulah beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta workshop ‘Kiat Menulis Artikel di Media Cetak dan Online’, bertempat di kampus Universitas Bina Nusantara (UBiNus), Sabtu (8/10/2005).

Acara tersebut merupakan kerjasama antara Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi UBiNus dengan detikINET dan harian ‘Kompas’.

Dalam acara yang diikuti oleh sekitar 70-an peserta dari kalangan mahasiswa dan staf pengajar tersebut, diskusi berlangsung dengan hangat. Parulian Sihotang, Dekan Fakultas Ekonomi, dalam sambutannya menegaskan bahwa menulis seharusnya sudah merupakan suatu hal yang menjadi kebiasaan bagi para akademisi.

“Dengan menulis, maka ilmu pengetahuan akan dapat terus berkembang,” demikian ujarnya. Disampaikan pula oleh Parulian, bahwa budaya menulis memang harus seiring dengan budaya membaca.

Pembicara yang memberikan materi pada acara tersebut adalah Pieter P. Gero dari harian ‘Kompas’, Donny B.U. dari media online detikINET dan Endang Ernawati dari perpustakaan UBiNus.

Pieter dalam kesempatan pertama berbicara, menyampaikan pentingnya akademisi untuk dapat membaca. Kemampuan membaca yang dimaksud, menurut Pieter, adalah membaca buku ataupun dari media lain serta ‘membaca’ situasi dan kondisi. Beberapa tips dan kiat mengirimkan artikel ke harian Kompas juga dibahas, termasuk kriteria tulisan yang diharapkan.

Dilanjutkan oleh Donny, para peserta mendapatkan penjelasan tentang teknik mendapatkan ide penulisan dengan menggunakan kelima panca indra manusia. Dipaparkan pula tentang beberapa jenis tulisan essay serta mekanisme kerja media online. Selain itu petunjuk singkat membuat blog dan beberapa contoh blog umum maupun untuk proses belajar-mengajar turut disampaikan.

Sedangkan Endang memaparkan tentang fasilitas e-library yang dimiliki oleh UBiNus. e-Library tersebut, menurut Endang, terhubung dengan ratusan ribu artikel yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan pengajar untuk menggali ide penulisan dan mendapatkan referensi yang terkait. Didemokan pula teknik pencarian artikel melalui e-library tersebut.

Secara umum, ketiga pembicara sepakat bahwa akademisi, baik mahasiswa maupun pengajar, haruslah (berani mulai) menulis. Menulis diawalnya memang akan terasa berat. Tetapi dengan mempelajari kiat dan strateginya, membaca contoh tulisan orang dan mendiskusikan hasil tulisan sendiri ke orang lain, maka menulis akhirnya akan mudah dan bahkan menjadi kebiasaan.

“Outcome dari workshop tersebut adalah diharapkan mahasiswa maupun pengajar dapat berani untuk mulai menulis,” demikian disampaikan oleh Antonius Herusetya, Kajur Manajemen FE UBiNus.

“Untuk itu, workshop penulisan artikel tersebut ditindak-lanjuti dengan lomba penulisan artikel melalui blog,” tambahnya, seperti disampaikan kepada detikinet, Minggu (9/10/2005).

Lomba yang sementara ini masih dikhususkan bagi mahasiswa UBiNus tersebut, mengharuskan para pesertanya untuk membuat tulisan dengan tema ‘Strategi dan Pengalaman Belajar Menggunakan TI’.

“Artikel tersebut harus dipublikasikan di blog masing-masing peserta untuk dinilai oleh tim juri. Kedepannya, kami berencana meluaskan aktifitas lomba tersebut dengan melibatkan seluruh mahasiswa se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi - Red.),” ujar Antonius menandaskan.

Add comment October 10th, 2005

2005, Pertumbuhan Internet Menggila

web hosting indonesia, domain murahTechraya, Tahun 2005 dinilai menjadi tahun dengan angka pertumbuhan internet yang sangat kuat. Pasalnya, dunia maya kedapatan sekitar 17,5 juta situs baru tahun ini. Mengalahkan angka penambahan pada masa kejayaan dot-com tahun 2000.

Menurut Netcraft Secure Server Survey, pihaknya mendapatkan sebanyak 74.409.971 situs responden. Angka ini meningkat 2,68 juta situs dari responden pada September kemarin.

Situs survey tersebut menambahkan, sebanyak 17,5 juta situs baru telah hadir ke dalam dunia maya, mengalahkan angka penambahan per tahun sebanyak 16 juta situs selama masa booming dot-com tahun 2000 silam.

Bulan ini juga terlihat pergerakan pangsa pasar web server untuk pertama kalinya sejak berbulan-bulan. Pangsa pasar server Windows meningkat 0,75 persen pada situs aktif, sementara perolehan pangsa pasar Apache turun 0,67 persen.

Meski demikian Apache terus mempertahankan kepemimpinan di situs aktif dan hostname, dan bahkan memperbaiki pangsa pasarnya dengan peningkatan 0,74 persen di sektor hostname.

Dengan angka pertumbuhan bulan ini, Apache saat ini menjadi penyokong lebih dari 50 juta situs. Demikian dikutip techraya dari Netcraft News Jumat (7/10/2005)

Add comment October 8th, 2005

”Kerauhan”, Sebut Pelaku Pengeboman

ADA kejadian aneh mengiringi duka peledakan bom di Jimbaran, Kuta Selatan. Minggu (2/10) kemarin, seorang ibu rumah tangga asal Sudaji Buleleng, Kadek Suastari, tiba-tiba kerauhan (trance). Wanita berusia 32 tahun ini kemasukan roh Patih Gajah Mada. Percaya atau tidak, dalam kondisi kerauhan itu, dia menyebut pelaku bom secara lengkap. Nama, alamat tempat mereka menginap serta mobil yang mereka gunakan lengkap dengan nomor polisi serta jenis dan warnanya.

Kejadian bermula dari keluarga Putu Surya, suami Kadek Suastari, bersama anak mereka, Intan (6) dan Agus (5), siang kemarin sembahyang di Pura Majapahit di kawasan GWK. Keluarga yang tinggal di Puri Gading Jimbaran ini didampingi pemangku di merajan keluarga di Buleleng bernama Ketut Negara. Setelah sembahyang, Suastari tiba-tiba kerauhan. Roh yang masuk ke tubuhnya diidentifikasi sebagai Patih Gajah Mada. Ketika Putu Surya hendak pulang ke rumahnya, Suastari berontak ingin meloncat dari mobil kalau tidak diperkenankan melihat TKP. “Dia terus berontak saat kerauhan, dan mengaku sebagai Patih Gajah Mada. Dia minta diantarkan ke lokasi pengeboman (Pantai Jimbaran-red),” tutur Ketut Negara.

Pada saat bersamaan, dalam kondisi hilang kesadaran, Suastari menyebut nama pelaku bom di Nyoman Cafe dan Manega Cafe, Pantai Jimbaran. Katanya, pelaku berjumlah tiga orang, masing-masin Dedy Miswar, Abdul Gani dan Abdullah. Ketiganya sempat menginap di Jalan Anggrek 32, Kuta. Dalam melaksanakan aksinya, ketiga bedebah itu menggunakan mobil Kijang warna biru dengan nopol DK 1910 DW. Karena terus bersikeras diantar ke TKP dan menganggapnya sebagai suatu “petunjuk”, Putu Surya lantas mengantar istrinya ke TKP pukul 15.45 wita. Setelah dijelaskan, aparat keamanan mempersilakan Suastari, suami dan kedua anaknya masuk TKP. Padahal sebelumnya tak seorang pun, selain petugas kepolisian diizinkan masuk ke area yang telah dipasangi police line.

Di pantai dekat TKP, di hadapan para petugas, beberapa kali Suastari kerauhan. Lagi-lagi dia menyebut identitas para pelaku pengeboman berikut keterangan tambahan lainnya dengan jelas. Setelah itu, Suastari langsung lunglai seperti orang pingsan. Tak pelak, hal ini menjadi tontonan, termasuk oleh puluhan wartawan baik dalam maupun luar negeri.

Beberapa wartawan asing dan yang berasal dari luar Bali tampak terpesona menyaksikan fenomena niskala ini. Setelah dijelaskan, baru mereka memahami berbagai kekuatan spiritual yang menjaga Bali. Sekadar mengingatkan, dalam mengungkap pelaku peledakan bom di Kuta 12 Oktober 2002, aparat keamanan banyak dibantu oleh kalangan paranormal.

Yang menarik, saat kerauhan, Suastari sempat sedikit bernyanyi saat mengungkap dirinya sebagai “Patih Gajah Mada”. Sambil menunjuk orang di sekeliling yang mengerubutinya, Suastari mengatakan, kalian sudah tak pernah lagi sembahyang untuk Gajah Mada dan kerajaan Majapahit. Sesudah itu keluar ucapan yang tidak terlalu jelas. Beberapa orang di situ mengaku tak pernah mendengar ucapan seperti itu sehari-hari. Apakah itu bahasa Sanskerta atau Bali Kuno, entahlah. Yang jelas, apa yang dikemukakan Suastari dalam kerauhan merupakan isyarat bagi polisi. Apakah informasi yang disampaikan Suastari ini benar adanya, mari kita serahkan pada sang waktu. Toh, polisi kini tengah bekerja keras mengungkap pelaku pengeboman yang lagi-lagi merenggut korban jiwa.

Add comment October 8th, 2005

Pelaku Bom Bali Berusia 20-25 Tahun

Denpasar - Polisi telah mengidentifikasi 3 pelaku bom bunuh diri di Kuta Square dan Jimbaran, Bali. Hasil identifikasi dan intensifikasi terhadap 3 kepala berikut bagian tubuh yang berhasil diamankan polisi, mereka rata-rata berusia antara 20-25 tahun.

Ada pun ciri-ciri pelaku berdasarkan temuan polisi antara lain jenazah nomor 19 yang diambil dari Kafe Mendega, Jimbaran, jenis kelamin laki-laki, rambut hitam lurus, hidung bengkok pesek, susunan gigi tidak teratur, bibir tebal, alis hitam tebal, tinggi 162-165 dan usia 20-25 tahun.

Kemudian jenazah nomor 22 yang ditemukan di Kafe Nyoman , Jimbaran, jenis kelamin laki-laki, rambut hitam lurus, hidung mancung, bibir ukuran sedang, alis hitam tumbuh sedang, tinggi 163-167 dan usia 20-25 tahun.

Pelaku bom bunuh diri ketiga, jenazah nomor 4 yang ditemukan di Bar & Restoran Raja’s, Kuta Square, jenis kelamin laki-laki, rambut hitam ikal, hidung mancung ukuran sedang, susunan gigi rapi, bibir ukuran sedang, alis hitam tumbuh sedang, tinggi 160-165, dan usia 20-25 tahun.

“Ini merupakan hasil penajaman untuk mengetahui detail ciri fisik 3 jenazah dalam posisi hancur,” kata Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Sunarko di Hotel Inna Beach, Kuta, Bali, Senin (3/10/2005).

Sunarko meminta bantuan kepada masyarakat untuk ikut membantu mengungkap kasus ini. Polda membuka pengaduan dari masyarakat selama 24 jam, baik melalui jalur SMS telepon maupun faksimili. Untuk SMS dapat dikirim ke nomor 0361-7476574, sedangkan telepon dan faksimili ke nomor 0361-234609.

Add comment October 3rd, 2005

Azahari & Noordin Diduga Otaki Serangan Bom Bali II

Dua buronan berbahaya berkewarganegaraan Malaysia, Dr. Azahari dan Noordin Mohd. Top, diduga berada di balik aksi pemboman di Kuta dan Jimbaran, Bali. Modus operandinya sama seperti peledakan bom di Kuta pada 12 Oktober 2002.

“Modus operansi serangan Sabtu lalu sama dengan serangan sebelumnya,” kata Ketua Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme Kementerian Koordinasi Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia Irjen Pol (purn) Ansyaad Mbai.

Ansyaad, kepada kantor berita The Associated Press, menyatakan kedua tersangka utama tersebut tidak termasuk di antara tiga pelaku bom bunuh diri. Keduanya hanya menjadi otak serangan seperti pada serangan-serangan sebelumnya.

Ketiga pelaku bom bunuh diri kini telah tewas dan tubuh yang tidak utuh lagi. Yang tersisa utuh tinggal kepala dan kaki. “Dari bukti yang ada kita bisa menyimpulkan pelaku membawa bom di sekitar pinggang mereka,” kata Ansyaad.

Duet Azahari dan Noordin merupakan buronan paling berbahaya di Indonesia. Keduanya diduga menjadi otak berbagai aksi pemboman di Tanah Air. Salah satu aksi mereka yang paling mematikan adalah serangan bom Bali pada 2002 lalu yang menewaskan 202 orang, sebagian besar adalah orang asing.

Perburuan terhadap kedua buronan berbahaya yang diduga merupakan tokoh jaringan Al Qaeda itu terus dilakukan. Tapi, sejauh ini, perburuan itu belum membawa hasil. Hingga kemudian kembali terjadi serangan yang mematikan pada Sabtu 1 Oktober kemarin.

Add comment October 3rd, 2005

Pelaku Bom di Restoran Raja’s Berbaju Hitam dan Bercelana Jean

Denpasar - Polda Bali mendapat kiriman rekaman video yang dikirim seseorang. Dengan rekaman itu, polisi mengetahui awal mula terjadi bom di Restoran Raja’s, Kuta Town Square. Dalam rekaman itu, pelaku terlihat mengenakan baju hitam, bercelana jean, dan menyandang tas punggung.

Rekaman video itu diputar di depan wartawan dalam jumpa pers Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika di Hotel Inna Kuta Beach, Jl. Pantai Kuta, Denpasar, Bali, Minggu (2/10/2005). Menurut Kapolda, rekaman video ini diterima Polda Bali pada Minggu pagi.

Rekaman video ini milik salah seorang yang saat kejadian sedang berlibur dan berada di sekitar Restoran Raja’s. Di restoran ini, pemilik rekaman ini memfilmkan anggota keluarga mereka. “Secara tidak sengaja, terekam gerakan pelaku,” ungkap Kapolda.

Saat ditanya siapa pemilik rekaman video itu, Kapolda benar-benar merahasiakannya. “Kami tidak akan pernah menyebutkan namanya. Orang itu mengalami luka sedikit. Mungkin ada keluaganya yang masuk restoran. Video ini cukup panjang,” jelas dia.

Ketika ditanya apakah pemilik rekaman video itu adalah warga Indonesia atau orang asing, Kapolda juga menolak membocorkannya. “Apakah dia orang asing atau tidak, kita protek,” ujar Kapolda.

Isi Rekaman Video

Dalam video yang diputar, dalam gambar tampak ada perempuan asing berbaju putih yang sedang berpose. Di sebelah kanan belakang, tampak seorang laki-laki berbaju hitam, bercelana blue jean, dan membawa tas yang diduga berisikan bom, masuk ke dalam restoran Raja’s.

Gerakan lelaki itu terus terpantau oleh kamera. Pria itu meletakkan tangan kanannya ke tas punggungnya. Dalam hitungan detik saat pria itu masuk ke dalam restoran, terjadi ledakan bom. Sebelum ada ledakan, tampak terlebih dulu kilatan cahaya yang terang.

Kronologi

Menurut Kapolda, ledakan pertama terjadi Kafe Menega pukul 19.40 Wita. Ledakan kedua terjadi di Kafe Nyoman pukul 19.41 Wita. Dan terakhir, ledakan terjadi di Restoran Raja’s pada pukul 19.45 Wita.

Kapolda juga memperlihatkan foto-foto wajah ketiga pelaku peledakan. Foto-foto yang diperlihatkan berjumlah 6 foto, dengan masing-masing pelaku dua foto. Foto wajah ketiga pelaku masih tampak jelas dan inderanya masih lengkap. Ketiganya masih tampak muda, berumur antara 20-30 tahun.

Add comment October 2nd, 2005

Bom Bali II - Setiap Bom Berisikan TNT Tidak Lebih dari 10 Kg

Denpasar - Tiga pelaku meledakkan tiga bom di Kuta dan Jimbaran, Bali. Diperkirakan, masing-masing bom yang dibawa pelaku tidak lebih dari 10 kilogram. Bom itu dibawa mereka di dalam tas yang disandang di punggung mereka.

Penjelasan ini disampaikan Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika kepada wartawan dalam jumpa pers di Hotel Inna Kuta Beach, Jl. Pantai Kuta, Kuta, Minggu (2/10/2005) malam. Hingga kini, polisi belum mengatongi identitas ketiga pelaku bom bunuh diri itu.

Menurut Kapolda, aparat kepolisian telah menemukan TNT di tiga lokasi peledakan. Masih ada kemungkinan ada bahan lain selain TNT yang digunakan untuk formula bom tersebut. “Bahan lain belum ditemukan, tapi sedang diteliti,” ungkap Kapolda.

Selain bahan TNT, polisi juga menemukan bola-bola besi (gotri) yang berserakan. “Gotri-gotri ini menempel pada tubuh korban, baik yang luka-luka atau yang tewas,” ujar dia.

Ketika ditanya dari mana bahan TNT bisa masuk ke Bali, Kapolda menjelaskan, bahan peledak itu bisa saja masuk dengan mudah ke Bali. “Pantai di Bali panjang. Dari Gilimanuk juga bisa. Kita tidak mungkin ngecek satu per satu orang yang lewat,” jelas Kapolda.

Meski begitu, Kapolda memprediksi bahwa bom yang diledakkan di Kuta dan Jimbaran itu dibawa masuk ke Bali sudah dalam keadaan jadi. “Jadi, bukan dibawa per bahan, tapi, sudah dalam bentuk bom,” ungkap dia.

Kapolda menjelaskan, berdasarkan kiriman video amatir yang diterima polisi, pelaku pemboman ini membawa bomnya dengan menggunakan tas/ransel yang disandang di punggungnya. Namun, belum jelas bagaimana sistem peledakan bom itu, apakah dipencet, ditarik, atau diledakkan dari luar. “Kemungkinan-kemungkinan ini masih kita teliti,” ujar Kapolda.

Saat ditanya apakah ketiga pelaku peledakan sudah masuk dalam buronan Polri atau orang baru, Kapolda mengaku tidak memiliki informasi tentang ketiga pelaku. “Mukanya bersih, sehingga bisa direkonstruksi. Tidak seperti bom Marriott, kepala pelaku bom bunuh diri lembam dan rusak. Akan kita telusuri,” jawab dia.

Add comment October 2nd, 2005

Sehari Pasca Bom Bali II, Belum Terlihat Eksodus Turis

Bali - Meskipun Bali diwarnai ledakan dahsyat yang menyebabkan lebih dari 25 orang tewas dan 129 luka-luka, namun ini tidak menyebabkan para turis mancanegara eksodus dari Bali.

Berdasarkan pantauan detikcom, kondisi di terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar,hingga pukul 17.00 Wita, Minggu (2/10/2005), masih terlihat lengang.

Hal ini sangat berbeda dengan pascaledakan bom tiga tahun sebelumnya di Legian, Bali. Pada saat itu sejak dini hari terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai sudah penuh sesak.

Masih normalnya situasi bandara juga disampaikan oleh Officer Incharge Bandara Ngurah Rai, I Ketut Open. “Sejak semalam masih normal saja mas. Tidak ada ekstra flight,” kata Ketut di Bandara Ngurah Rai.

Ketut menambahkan, penerbangan juga masih seperti hari-hari biasanya. “Tiap hari 30 penerbangan, diantaranya ke Jepang, Korea dan Australia,” ujarnya.

Tetapi, hal sebaliknya justru terjadi di pintu kedatangan domestik. Terlihat kepadatan pengunjung di gerbang ini.

Bahkan sejak rencana kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Bali, semua penerbanagan mengalami delay. Hal ini terjadi untuk jadwal kedatangan pukul 16.00-17.00 Wita.

Setidaknya hal ini dialami oleh pesawat Batavia Air dengan rute Surabaya-Bali. Pesawat yang sesuai jadwal berangkat pukul 13.35 WIB menjadi tertunda pada pukul 14.30 WIB.

Bahkan, menurut seorang penumpang dari Surabaya, Rofiq, pesawat Batavia Air yang ditumpanginya sempat berputar-putar sekitar 15-20 menit sekitar 1 mil dari Bali.

“Padahal jarak tempuh dari Surabaya-Bali hanya 35 menit. Namun akibat berputar-putar itu menjadi satu jam perjalanan,” keluh Rofiq.

Add comment October 2nd, 2005

Previous Posts


Calendar

October 2005
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Posts by Month

Posts by Category