Archive for November, 2005

Diskon Web Hosting Sebesar 15% di Techraya.com

Techraya, kembali menggelar promo gila-gilaan.
Setelah kemarin Techraya menggelar promo tambahan hosting gratis selama 2(dua) tahun yang mendapat animo sangat besar dari para netter,
kali ini Techraya menngelar promo diskon hosting sebesar 15% untuk semua paket hosting.

Sekarang ini sudah tidak jamanya lagi layanan hosting dengan harga mahal, karena itulah di Techraya memberikan paket web hosting dengan harga sangat terjangkau dan bahkan paling murah di Indonesia saat ini dengan tidak meninggalkan moto kami yaitu “Layanan Prima Berkualitas

Techraya ingin memberikan pelayanan terbaik dengan harga yang sangat Reasonable kepada semua lapisan masyarakat yang membutuhkan layanan web hosting, registrasi domain yang berkualitas dan murah.

Untuk info mengenai paket web hosting, silahkan klik disini

Salam
Techraya

Add comment November 17th, 2005

Cara Mudah Menganalisa Keaslian Sebuah Foto Digital

Detikinet, Setiap ada foto figur publik yang beredar di Internet, apalagi dalam pose syur, pertanyaan publik selalu sama, “asli atau tidak ya?”. Masalahnya, di era teknologi digital saat ini, proses rekayasa (baca: pengolahan) gambar sudah sedemikian mudah dan rapinya. Sehingga dengan gampang pihak-pihak tertentu akan menyalahkan teknologi digital sebagai biang keladi atas keberadaan foto-foto tersebut.

Pun untuk mencirikan apakah suatu foto adalah merupakan hasil rekayasa software tertentu ataukah memang murni hasil ‘jepretan’ alat penggambil gambar (kamera ataupun ponsel berkamera), tidaklah terlalu mudah bagi orang awam.

Berikut ini adalah beberapa kiat untuk membedakan apakah suatu foto adalah asli ataukah hanya hasil rekayasa, yang diposting di sebuah milis oleh seseorang yang mengaku telah bergerak di bidang olrah grafis fotografi, dan nama pada e-mailnya tertulis sebagai Alvin Soong (keymon231@xxxxxxx)

Alat dan Cara

Peralatan yang dibutuhkan: komputer dan program Adobe Photoshop. Akan lebih baik jika menggunakan monitor dengan standar profesional (beresolusi cukup tinggi - Red.)

Cara mengetahuinya:

1. Perbedaan resolusi. Biasanya foto yang difoto secara profesional memiliki resolusi 255 ppi, sedangkan yang diambil dengan kamera digital biasa (non-pro) adalah 72 ppi. Bila dua foto (yang diambil dengan menggunakan alat yang berbeda kualitasnya) digabung menjadi satu, kemudian di save ke 72 ppi (dengan jpg format internet), lalu dikonversikan kembali ke 255 ppi dengan Photoshop dan di-zoom sebesar-besarnya, maka perbedaan pixelnya akan terlihat.

2. Perbedaan warna dan skin tone. Perbedaan warna wajah dengan tubuh tidak selamanya menandakan sebuah foto itu hasil rekayasa. Bahkan sangat normal bila terdapat perbedaan warna kulit wajah dengan tangan atau bagian tubuh lain. Ini dikarenakan perbedaan kehalusan dan bulu pori-pori pada wajah dengan yang lainnya hingga mempengaruhi pantulan cahaya.

Jadi perbedaan warna yang dimaksudkan disini adalah bukan cuma warna, melainkan tonase, termasuk titik terang dan titik gelap. Bila kita menemukan sebuah foto yang mencurigakan, coba atur ‘brightness’ monitor sampai maksimum dan ‘contrast’ sampai minimum. Kemudian lihat apakah terjadi perbedaan mencolok antara wajah dengan tubuh. Cara lain, buka dengan Photoshop dan gunakan filter HSB. Geser ’slider’ H dan S sampai kandas ke kanan. Biasanya akan langsung ketahuan perbedaannya jika dua gambar atau lebih dijadikan satu.

3. Grain dan noise. Umumnya foto baik yang digital atau hasil scan, memiliki noise terutama pada daerah shadow (gelap). Noise atau grain ini timbul karena bit info tidak tertangkap kamera, sehingga software kamera mengkompensasi secara digital, umumnya secara interpolasi. Kamera yang berbeda tentu menghasilkan kompensasi yang berbeda. Untuk melihat dengan jelas, perhatikan foto pada channel masing-masing (RGB atau CMY). Biasanya yang kentara terjadi perbedaan jika foto merupakan suatu tempelan adalah di channel G (hijau) dan B (biru).

4. Cari sambungan. Bila sebuah foto dicangkok kedalam sebuah foto yang lain, tentu ada daerah sambungan. Ini efektif untuk gambar ‘fake’ hasil kerjaan orang-orang pemula. Biasanya foto yang di-fake dengan teknik tinggi sangat sulit mencari sambungannya karena kecanggihan Photoshop yang bisa menyamarkan sambungan sampai 255 step. Namun begitu, sering kali seorang ahli akan membuat kelalaian, misalnya pada daerah rambut, sambungan dagu, leher, dan sebagainya.

5. Perhatian: metadata yang merupakan embeded profile pada sebuah foto digital tidak pernah membuktikan kalau foto itu asli atau tidak. Kecuali kalau file foto itu berbentuk RAW (misalnya berekstension .nef untuk Nikon atau .dcr untuk Kodak )

Demikianlah beberapa tips yang telah disampaikan oleh Alvin Soong tersebut, untuk menguji keaslian suatu foto. Tentu saja masih banyak teknik-teknik lain yang bisa untuk membuktikan keaslian suatu foto. Dan sebaliknya, tentu saja akan lebih banyak lagi kiat-kiat untuk berkelit dan menyangkal keaslian suatu foto.

Tetapi setidaknya, tips tersebut di atas akan dapat menjadi bekal pertama Anda untuk (belajar) menjadi seorang analis foto. Bermanfaat atau tidaknya, tergantung Anda…

Add comment November 14th, 2005

Tambalan Celah Windows Terancam Trojan

Detikinet, Seperti diberitakan sebelumnya, minggu lalu Microsoft menemukan adanya celah keamanan pada proses penanganan gambar format tertentu. Celah ini membuka kesempatan bagi penyerang untuk mengambil alih komputer korban. Microsoft pun segera menyediakan software tambalan (patch).

Sehari setelah Microsoft menyediakan tambalan, perusahaan keamanan Trend Micro menemukan sebuah trojan yang merujuk sebagai file ‘emfsploit.a’. Menurut Trend Micro, trojan tersebut juga mengacaukan file ‘explorer.exe’ pada komputer bersistem operasi Windos yang tidak ditambal.

Trend Micro lalu merevisi pernyataannya. Menurut mereka, trojan tersebut hanya mengancam celah keamanan yang berhubungan dengan proses penanganan gambar format Windows Enhanced Metafile (EMF,) dengan kode MS05-053.

“Saat ini Tim Trend Labs kami tengah bekerja sama dengan Microsoft untuk memecahkan apakah Troj_emfsploit.A benar-benar tergolong dalam kategori kode MS05-053 yang rentan, atau hanya sedikit saja mengusik sistem dan tidak mengeksploitasi MS05-053 seutuhnya,” tandas perusahaan lewat pernyataannya seperti dilansir detikinet Senin (14/11/2005) dari Vnunet.

Menurut Trend Micro, trojan anyar itu hadir sebagai sebuah bukti konsep. Eksploitasi kode itu diterima pihak perusahaan dari seorang pelanggan di Jepang, tetapi kode tersebut diduga belum mengancam Windows.

Perusahaan menilai ancaman tersebut tergolong ancaman tingkat rendah. Tetapi berkat kecepatan eksploitasinya, trojan ini diduga telah merambah ke kalangan industri.

Sementara itu Direktur Vendor Manajemen Patch PatchLink Inggris, Alan Bentley, mengatakan eksploitasi ini muncul hanya dalam waktu 48 jam setelah Microsoft merilis patch.

Add comment November 14th, 2005

Dua Raksasa Dukung Protokol ‘Pembebas’ VOIP

Dua raksasa teknologi, Microsoft dan Cisco System, bersekutu di belakang sebuah protokol bernama Interactive Connectivity Establishment (ICE). Protokol itu bisa digunakan untuk ‘membebaskan’ Voice over Internet Protocol (VOIP) dari ‘belenggu’ NAT.

Menurut pernyataan kedua raksasa teknologi itu, mereka akan bekerja sama untuk menambahkan metodologi ICE ke software Microsoft. ICE adalah sebuah protokol yang sedang diusulkan untuk menjadi standar.

ICE memungkinkan proses tukar menukar lalu lintas telepon internet antara perangkat di dalam jaringan (yang dilengkapi Network Addres Translator/NAT) dan perangkat yang ada di luar jaringan. Tanpa ICE, panggilan VOIP tidak bisa bebas memasuki jaringan yang dilengkapi NAT

Sebenarnya, NAT berfungsi untuk melindungi jaringan dari hal-hal yang tak diinginkan. Meski demikian, cara kerja NAT itu justru mengakibatkan blokir pada panggilan VOIP yang berasal dari luar jaringan.

Menurut Wakil Presiden Office Real-Time Collaboration Group di Microsoft, Gurdeep Singh Pall, karena itu NAT menjelma jadi penghambat adopsi VOIP di kalangan bisnis.

“Microsoft dan Cisco kini tengah membujuk mitra mereka untuk memakai ICE agar perangkat VOIP mereka memiliki interoperabilitas pada jaringan yang dilindungi oleh NAT,” papar Gurdeep seperti dilansir detikinet Senin (14/11/2005) dari Pcworld.

Internet Engineering Task Force (IETF) pekan ini, minggu ketiga November 2005, sedang melakukan pertemuan di kota Vancouver, Kanada. Salah satu agenda lembaga pengawas standar internet itu adalah menjadikan protokol ICE sebagai sebuah standar.

Add comment November 14th, 2005

Anak 4 Tahun Dijual Ibu Kandung Sebagai Budak Seks

Detikinet, Seorang wanita 22 tahun kedapatan berkorespondensi e-mail, untuk menjual putrinya jadi budak seks. Kegilaan sang ibu pun berakhir di kantor polisi.

Shannon Nicole Woods menyalahgunakan kodratnya sebagai ibu. Bukannya mengasihi, Woods malah tega menjual anaknya yang masih 4 tahun, untuk dijadikan pelayan seks. Sersan Gary Peterson dari Kepolisian Martinez mengungkap hal itu.

Adalah ‘National Center for Exploited and Missing Children’ sebuah lembaga yang menangani anak-anak hilang dan tereksploitasi, yang memberi tahu hal itu kepada kepolisian Martinez.

“Dia menampik kalau dia menjual anaknya,” kata Peterson. “Tapi kami punya rekaman aktivitasnya di internet, yang membuktikan kalau dia melakukan hal itu,” imbuhnya.

Menurut Peterson, Woods mencari ‘pelanggan’ lewat postingnya di sebuah situs porno, Craiglist. Dalam salah satu tayangan iklannya, Woods didiskripsikan sebagai wanita hamil dan menyusui, lengkap dengan foto dirinya saat hamil tua anak keduanya.

Dia lalu melahirkan seorang putra seminggu lalu, demikian seperti dilansir detikinet, Senin (14/11/2005), dari MercuryNews. Kedua anak Woods kini dilindungi pihak berwenang.

Seseorang pernah melihat foto Woods dalam iklan erotis yang tayang di Craiglist. Laki-laki itu pernah menelponnya, berpura-pura sebagai calon pelanggan.

Ada lagi percakapan Woods di internet yang akhirnya diketahui polisi. Lewat e-mail dan chat groups, Woods menyanggupi ajakan kopi darat untuk berhubungan intim. Ketika pelanggannya menawarkan US$500 agar bisa berhubungan seks dengan putrinya, Woods tidak menolaknya, ungkap Peterson. Laki-laki yang belum pernah bertemu Woods itu, lalu melaporkannya ke National Center for Exploited and Missing Children.

“Kasus ini memang sangat sulit dibuktikan,” kata Peterson. “Bukti yang ada berupa e-mail dan percakapan di chat rooms. Itu bisa diperdebatkan bahwa jawaban atas sebuah pertanyaan, sebenarnya merupakan jawaban atas dua atau tiga pertanyaan sebelumnya,” ungkapnya.

Lebih dari 2.900 kasus prostitusi anak yang berlangsung di internet, telah dilaporkan. Ini dimulai pada tahun 1998, sebagai upaya melawan kejahatan anak di internet.

Pada tahun 2004, ada 559 kasus prostitusi anak secara online yang telah dilaporkan. Meningkat drastis dibanding tahun 1998, dimana ada 142 kasus. Tidak disebutkan apa hukuman yang akan diterima Woods jika terbukti bersalah.

Add comment November 14th, 2005

Ujicoba Wimax di Indonesia Awal 2006

Detikinet, Wimax, teknologi nirkabel broadband, akan diujicobakan di Indonesia pada awal 2006. Operator sudah digandeng, tapi izin dari pemerintah belum turun.

Ujicoba itu akan digelar Intel, produsen prosesor dan microchip yang merupakan pendukung utama teknologi nirkabel itu. Pihak Intel akan menggandeng operator telekomunikasi di Indonesia untuk ujicoba tersebut.

Demikian disampaikan Budi Wahyu Jati, Country Manager Intel, kepada wartawan di Hotel InterContinental, Jakarta, Senin (14/11/2005). Namun Budi masih enggan menyebut rekanan Intel untuk ujicoba tersebut.

Ujicoba akan dilakukan pada kuartal pertama 2006. “Persiapan kami saat ini sudah mencapai sekitar 60-70 persen,” Budi menambahkan.

Sejauh ini beberapa persiapan yang dilakukan Intel mencakup masalah pemasangan dan konfigurasi peralatan. Namun Intel belum bisa mengkonfirmasikan pita frekuensi mana yang akan dipakai untuk uji coba tersebut.

“Saat ini kami sedang menunggu izin frekuensi untuk Wimax turun dari pemerintah. Kemungkinan kita akan nebeng di 2,5 Ghz, 3,5 GHz, atau 5,8 Ghz,” tutur Budi.

Wimax memungkinkan koneksi nirkabel yang lebih jauh dari teknologi internet nirkabel seperti WiFi. Wimax diklaim mampu menghasilkan koneksi linier hingga 50 kilometer.

Kemampuan mengalirkan data pada jaringan ini juga disebut-sebut lebih besar. Secara teori Wimax bisa mengalirkan data hingga 70 megabit per detik.

Pemanasan di Aceh

Sebelum ujicoba ini, di Indonesia Intel boleh dibilang telah melakukan pemanasan untuk menggelar teknologi Wimax. Hal itu dilakukan di wilayah korban bencana alam Tsunami di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (Aceh).

Di Aceh, Intel menggunakan frekuensi 5,8 GHz dengan metode koneksi last mile dari tiga Base Transceiver Station (BTS) berdayajangkau hingga 1000 kilometer untuk mendukung upaya pemulihan pasca tsunami di NAD. Wimax di Aceh secara resmi disebut sebagai pre-Wimax.

Mengenai infrastruktur Wimax di Aceh, Budi menegaskan Intel tidak berencana untuk mengkomersialkannya karena standar yang digunakan belum matang serta tidak mendukung mobilitas penuh.

Menurut Intel, lebih dari 50 badan pemerintah dan LSM menggunakan infrastruktur komunikasi nirkabel itu untuk membantu membangun kembali Aceh. “Sebelum dibangun teknologi pita lebar di Aceh, organisasi-organisasi kemanusiaan internasional menghadapi tantangan sulitnya berbagi data dan berkoordinasi,” ujar Stacy J. Smith, VP dan CIO Intel Corporation.

Beberapa organsiasi yang menggunakan jaringan ini termasuk Mercy Corps dan Yayasan Air Putih yang diprakarsai aktivis teknologi informasi Indonesia.

Selain infrastruktur pre-Wimax itu, Intel juga menyumbangkan ratusan komputer jinjing (notebook) dan desktop. Beberapa server pun diberikan Intel untuk mendukung infrastruktur tersebut.

Add comment November 14th, 2005

Menristek ingin KPK Pakai Software Open Source

Detikinet, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditawari Menristek Kusmayanto Kadiman agar menggunakan software open source. Jika lisensi software di KPK berakhir, Menristek menyarankan agar KPK memakai software yang dikembangkan kementrian Ristek.

“Kami tanyakan ke KPK sampai kapan lisensi (software yang sekarang dipakai) itu berlaku, kalau sudah mulai
habis coba pikirkan untuk memakai apa yang sudah kita kembangkan bersama-sama,” kata Menristek di Gedung KPK, Jl Veteran III, Jakarta, Senin (14/11/2005).

Menurut Menristek, aplikasi open source yang telah dikembangkan di kementriannya sudah dipakai di lima kementrian dan departemen, seperti Kementrian Hukum dan HAM, Departemen Pendidikan Nasional, Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara, Kementrian Komunikasi dan Informatika, dan Kementrian Ristek sendiri.

“Mudah-mudahan KPK akan pakai, dan kami yakin kalau KPK pakai akan membantu promosi,” ujar Menristek.

Menristek menjelaskan pembangunan aplikasi open source tersebut seiring dengan maraknya aksi sweeping di sejumlah warung internet (warnet) akibat menggunakan software proprietary secara ilegal.

“Kita bukan anti lisensi, tapi anti pembajakan terhadap hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Jadi pakai software bajakan itu yang kita anti,” jelasnya.

Menristek memuji KPK yang telah menggunakan software yang berlisensi. “Mereka masih 100 persen menggunakan lisensi. jadi ini kantor yang patut menjadi contoh dalam hal menjunjung tinggi HAKI,” pujinya.

Add comment November 14th, 2005

Worm Pemburu Server Linux Berkeliaran

Detikinet, Sebuah program jahat yang bisa menyebarkan diri sendiri (worm) diketahui mengincar server web dengan sistem Linux. Tiga kelemahan jadi pintunya.

Worm tersebut dinamai Lupper oleh perusahaan antivirus McAfee, dan disebut Plupii oleh Symantec. Lupper menyerang server situs web dengan sistem operasi Linux yang mengandung script tertentu yang lemah.

Lupper, menurut pernyataan McAfee, menyerang berusaha server tanpa pandang bulu. Saat menemukan sistem yang lemah, ia akan menginfeksi sistem itu dan memasang ‘pintu belakang’.

Nantinya, pihak tak bertanggungjawab bisa menggunakan ‘pintu’ tersebut untuk mengambilalih sistem. Server yang terinfeksi Lupper akan masuk dalam jaringan zombie yang bisa digunakan untuk keperluan jahat lainnya.

Ada tiga kelemahan yang diserang Lupper. Pertama, kelemahan bernama ‘XML-RPC for PHP Remote Code Injection’. Kelemahan ini terdapat pada kebanyakan aplikasi blog, wiki dan content management system. Tambalan untuk kelemahan ini dikabarkan sudah cukup banyak tersedia.

Kelemahan kedua yang diserang Lupper alias Plupii ini bernama ‘AWStats Rawlog Plugin Logfile Parameter Input Validation’. Tambalan untuk kelemahan pada aplikasi analisa log itu telah tersedia sejak Februari 2005.

Lubang ketiga yang digunakan Lupper adalah kelemahan yang dikenal dengan nama ‘Darryl Burgdorf’s Webhints Remote Command Execution’. Kelemahan ini terdapat pada sebuah script buatan Darryl Burgdorf dan belum diketahui keberadaan ‘penawarnya’.

Meski salah satu pintu masuk Lupper tidak memiliki ‘gembok’, worm ini masih belum dikategorikan sebagai ancaman serius. McAfee memberi peringkat rendah, sedangkan Symantec memberi peringkat menengah.

Kedua perusahaan antivirus yang disebut di atas itu telah melakukan update pada produk mereka guna menangkal Lupper. Symantec menyarankan instalasi ulang sepenuhnya bila server terinfeksi ‘cacing jahat’ tersebut.

Add comment November 8th, 2005

Edan, Proses Meracuni Ibu Kandung Dicatat di Blog

DetikinetKiamat mungkin memang sudah dekat. Buktinya, kok ada yang tega meracuni ibu kandung sendiri. Dan lebih gilanya lagi, proses awal meracuni hingga korban menjadi sekarat dicatat secara rapi di blog!

Kisah ala sinetron Indonesia tersebut benar-benar terjadi, di Jepang. Seorang siswi berusia 16 tahun, yang disamarkan namanya, tergila-gila dengan Graham Young. Siapakah Young? Young adalah remaja asal Inggris yang sadis, gemar meracuni orang lain hingga meninggal. Korbannya termasuk keluarga dan rekan sekerjanya.

Bolak-balik masuk penjara tak membuat Young kapok, hingga dirinya meninggal dunia pada 1990. Memang dasarnya Hollywood, kisah kejahatannya yang melegenda tersebut justru difilmkan pada 1995, dengan judul ‘The Young Poisoner’s Handbook’.

Kembali ke siswi Jepang tersebut. Tanpa berpikir panjang, dia meniru perilaku sinting sang idola tersebut. Dengan berbekalkan thallium, bahan racun tikus yang tokcer, dia secara bertahap meracuni makanan ibu kandungnya dengan meningkatkan dosis yang diberikan.

Sang ibu pun secara bertahap mulai keracunan, dari sekedar sakit perut, kaki lemas tak bisa untuk berjalan, menderita halusinasi, susah bernafas, hingga akhirnya sekarat dan koma.

Dasar iblis sudah menguasai siswi tersebut, bukannya menjadi sadar dan menolong kondisi ibunya seperti itu, yang dilakukannya justru secara telaten mencatat tahap-tahap proses keracunan tersebut di blognya. Di blog miliknya, yang saat ini sudah dihapus oleh pihak berwenang, tertulis pula bahwa dirinya ‘terpengaruh berat’ dengan film kisah nyata Young tersebut di atas.

Siswi yang tinggal di daerah Shizuoka tersebut, meniru langkah-langkah Young, diantaranya mencatat detil pengaruh dari setiap racun yang yang dijejali kepada korban. Prosesi tersebut dilakukannya selama beberapa minggu, hingga akhirnya ibu berusia 47 tahun tersebut menjadi sekarat.

Sebelum melakukan proses peracunan ibu kandungnya tersebut, siswi tersebut telah melakukan uji coba dengan meracuni beberapa kucing hingga tewas. Dan kelakukan yang juga ditirunya dari Young tersebut, pun tercatat rapi di blognya.

Untuk mengaburkan kecurigaan polisi, dirinya sempat juga menelan thallium, untuk menimbulkan efek keracunan pada dirinya. Tujuannya agar dia bisa berkilah bahwa ibunya keracunan thallium entah darimana, seperti yang terjadi pada dirinya. Demikian seperti ditulis TimesOnline dan dikutip detikinet pada Senin (7/11/2005).

Perilaku Young terbukti dapat menjadi inspirasi orang lain untuk berbuat yang serupa. Dan yang dilakukan oleh siswi tersebut pun akan dapat menginspirasikan pihak lain.

Meskipun blog siswi tersebut sudah ditutup, tetapi ada beberapa temuan di Internet yang membuktikan bahwa konten blog tersebut sudah sempat dikopi ke blog lain yang tersebar dimana-mana. Waspadalah!

Add comment November 8th, 2005


Calendar

November 2005
M T W T F S S
« Oct   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Posts by Month

Posts by Category