BI Minta Seluruh Bank Gunakan TI

May 5th, 2006

Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Bandung, Bank Indonesia (BI) akan meminta seluruh bank di Indonesia untuk mengimplementasikan teknologi informasi (TI).

“Kalau tidak, akan kita cubit atau cambuk. Itu demi memotivasi seluruh jajaran di BI dan perbankan di Indonesia agar memanfaatkan TI”, ujar Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Goeltom dalam acara Konferensi Nasional e-Indonesia Initiative 2006, di Aula Barat ITB - Bandung, Kamis (4/5/2006).

Lebih lanjut, dia menceritakan maksud dan tujuan pernyataannya itu agar seluruh jajaran BI serta dunia perbankan di Indonesia memanfaatkan TI demi menciptakan sistim keuangan nasional yang stabil, sehat, efisien, dan produktif.

Sistim Keuangan Nasional (SKN) ialah sistim keuangan perbankan yang distandarisasikan secara nasional oleh BI.

Menurut Miranda, langkah-langkah untuk membangun SKN versi BI antara lain: pengembangan SDM, penerapan good governance dan risk management, pembenahan sistim informasi dan infrastruktur keuangan lainnya.

“Itu semua yang kita anggap memberikan perlindungan dan pemberdayaan konsumen dan investor”, imbuhnya.

Anjurkan Outsource TI

Miranda mengatakan, TI merupakan salah satu elemen penting untuk kelangsungan operasional perbankan yang efisien. Semisal e-Banking, ATM, kliring, serta fasilitas derivatif.

“Namun yang menjadi tantangan BI ialah bagaimana memfasilitasi produk keuangan dengan produk TI. Bisnis inti perbankan kan masalah finansial, bukan sebagai IT provider“, ujarnya.

“Jadi bank sebaiknya melakukan outsourcing saja untuk TI dan maintenance-nya. Outsourcing bukan isu buruk,” imbuh Miranda menganjurkan.

Utamakan Regulasi

Menurut Miranda, TI bagaikan pisau bermata dua dan bisa membahayakan kalau tidak didukung oleh regulasi yang tepat.

“TI bisa jadi madu, bisa jadi racun. Bisa bermanfaat, bisa mudhorat kalau sisi hukum dan non-teknisnya tidak dipikirkan”, tandasnya.

Setiap kali BI memilih teknologi yang hendak diimplementasikan, menurutnya, harus memperhatikan aspek hukum yang terkait. Hal itu, menurutnya, demi faktor keamanan, tingkat rahasia, dan ketersediaan informasi yang ada. “Jadi jangan heran kalau BI banyak ketentuan (tentang penggunaan teknologi),” imbuhnya.

Ketika ditanya siapakah pihak yang lebih tepat dalam membuat regulasi perbankan dan transaksi elektronik, dia menjawab, “siapa pun yang buat regulasi itu harus observed sekuritas”.

“BI akan lihat apakah regulasi itu provide sekuriti atau tidak, baru (setelah itu) kami pakai” tandasnya.

Entry Filed under: Umum

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

January 2009
M T W T F S S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts