Posts filed under 'Bali News'

Saat Ledakan Bom Bali II, Kuli Bangunan Itu Berada di Jember

Penangkapan Hasan (45), buruh bangunan yang disinyalir mengetahui para pelaku bom Bali II, menyisakan tangis bagi istrinya bernama Tuti. Selain tidak percaya, Tuti mengaku suaminya berada di Jember pada saat kejadian bom bunuh diri itu.

“Kita semua, termasuk suami saya (Hasan) tahu ada bom di Bali melalui televisi. Bahkan, saat menonton televisi itu suami saya bilang, wah kalau ada bom begini order pekerjaan akan sulit nanti di Bali,” aku Tuti tanpa henti-hentinya menangis.

Pengakuan itu disampaikan Tuti di di rumahnya, Dusun Gayam, Desa Kaliwinang, Kecamatan Rambipuji, Jember, Jawa Timur, Selasa (11/10/2005). “Suami saya bekerja di Bali sudah hampir dua tahun sebagai buruh bangunan,” kata Tuti sambil terus meneteskan air mata.

Ibu tiga orang anak ini tidak menyangkal, selama di Denpasar, Hasan tinggal di tempat kos Jalan Nangka Selatan Gang Nuri III Nomor 11. Namun, Tuti tidak mengetahui bila suaminya mengenali pelaku pengeboman, yang juga kos di tempat yang sama.

Menurut Tuti, dua hari sebelum terjadi ledakan bom bunuh diri di Bali 1 Oktober lalu, Hasan sempat pulang ke Jember. Kepulangan Hasan ini, dalam rangka menyambut bulan puasa untuk ziarah ke makam ibunya. Jadi, ketika terjadi bom bunuh diri di Jimbaran dan Kuta Square, Hasan masih berada di Jember.

Dengan ditangkapnya Hasan, urai Tuti, otomatis telah menguburkan cita-cita sang kepala keluarga. Sebab, Hasan sudah berniat membuka toko di rumahnya. Sayangnya, pembangunan toko kecil-kecilan itu terhambat di tengah jalan. Kini, hanya tersisa sisa bangunan yang belum rampung dibangun.

Tuti pun menceritakan penangkapan Hasan pada Minggu 9 Oktober lalu sekitar pukul 20.00 WIB. Hasan ‘dijemput’ empat petugas polisi dari Polres Jember. Alasan petugas, Hasan dibawa ke Polsek Rambipuji untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait dengan bom Bali II.

Keluarga pun menaruh curiga. Sebab, pada saat penangkapan, polisi tidak menunjukkan surat perintah penangkapan atau penahanan. Tuti pun memeriksa keberadaan Hasan ke Mapolsek Rambipuji. Malangnya, setelah diperiksa oleh tuti dan keluarganya, ternyata hasan tidak berada di tempat.

Informasi pertama yang diterima Tuti, Hasan sudah dipindahkan ke Polres Jember. Tapi setelah diperiksa, ternyata Tuti tidak juga menemukan suaminya. Akhirnya, informasi terakhir yang sampai ke telinga Tuti, suami tercinta sudah dibawa ke Bali.

Kini, Tuti belum tahu langkah apa yang akan diambil keluarganya. Sebab, suaminya sudah berada di Bali. Tuti hanya bisa berdoa agar suaminya dapat dibebaskan. Dengan keyakinan penuh, Tuti percaya bahwa suaminya tidak bersalah.

Disebutkan, Hasan pernah menjadi tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Rumah Hasan terlihat sederhana dengan luas sekitar 8×10 meter. Dinding bagian depan terbuat dari tembok, sedangkan bagian dapur terbuat dari anyaman bambu. Di halaman depan rumah, terlihat onggokan bangunan toko yang belum selesai.

Menurut keterangan beberapa tetangga, perilaku Hasan tidak menunjukkan adanya gejala keanehan atau penganut aliran fundamentalis tertentu. Ibadah Hasan pun terlihat normal dan tidak fanatik.

Seperti diberitakan, Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Soenarko mengatakan, Hasan merupakan salah satu dari 4 orang yang kos di Jalan Nangka. Keempat orang penghuni kos ini tiba-tiba menghilang setelah terjadi ledakan pada tanggal 1 Oktober 2005. Diduga 3 orang penghuni kos lainnya terkait dengan bom di Jimbaran dan Kuta Square.

Penangkapan ini, lanjut Soenarko, mengacu pasal 28 UU Nomor 15 tahun 2003 bahwa polisi dapat melakukan penangkapan terhadap setiap orang yang diduga keras ada kaitannya dengan masalah terorisme. Jadi, polisi memiliki kewenangan untuk menangkap dan memeriksa 7 X 24 jam.

Hingga kini, polisi telah memeriksa 259 saksi. Dari jumlah tersebut, 125 orang diambil dari Raja’s Bar dan Restaurant, 91 orang saksi dari Kafe Menega dan 63 orang saksi dari Kafe Nyoman.

Add comment October 12th, 2005

”Kerauhan”, Sebut Pelaku Pengeboman

ADA kejadian aneh mengiringi duka peledakan bom di Jimbaran, Kuta Selatan. Minggu (2/10) kemarin, seorang ibu rumah tangga asal Sudaji Buleleng, Kadek Suastari, tiba-tiba kerauhan (trance). Wanita berusia 32 tahun ini kemasukan roh Patih Gajah Mada. Percaya atau tidak, dalam kondisi kerauhan itu, dia menyebut pelaku bom secara lengkap. Nama, alamat tempat mereka menginap serta mobil yang mereka gunakan lengkap dengan nomor polisi serta jenis dan warnanya.

Kejadian bermula dari keluarga Putu Surya, suami Kadek Suastari, bersama anak mereka, Intan (6) dan Agus (5), siang kemarin sembahyang di Pura Majapahit di kawasan GWK. Keluarga yang tinggal di Puri Gading Jimbaran ini didampingi pemangku di merajan keluarga di Buleleng bernama Ketut Negara. Setelah sembahyang, Suastari tiba-tiba kerauhan. Roh yang masuk ke tubuhnya diidentifikasi sebagai Patih Gajah Mada. Ketika Putu Surya hendak pulang ke rumahnya, Suastari berontak ingin meloncat dari mobil kalau tidak diperkenankan melihat TKP. “Dia terus berontak saat kerauhan, dan mengaku sebagai Patih Gajah Mada. Dia minta diantarkan ke lokasi pengeboman (Pantai Jimbaran-red),” tutur Ketut Negara.

Pada saat bersamaan, dalam kondisi hilang kesadaran, Suastari menyebut nama pelaku bom di Nyoman Cafe dan Manega Cafe, Pantai Jimbaran. Katanya, pelaku berjumlah tiga orang, masing-masin Dedy Miswar, Abdul Gani dan Abdullah. Ketiganya sempat menginap di Jalan Anggrek 32, Kuta. Dalam melaksanakan aksinya, ketiga bedebah itu menggunakan mobil Kijang warna biru dengan nopol DK 1910 DW. Karena terus bersikeras diantar ke TKP dan menganggapnya sebagai suatu “petunjuk”, Putu Surya lantas mengantar istrinya ke TKP pukul 15.45 wita. Setelah dijelaskan, aparat keamanan mempersilakan Suastari, suami dan kedua anaknya masuk TKP. Padahal sebelumnya tak seorang pun, selain petugas kepolisian diizinkan masuk ke area yang telah dipasangi police line.

Di pantai dekat TKP, di hadapan para petugas, beberapa kali Suastari kerauhan. Lagi-lagi dia menyebut identitas para pelaku pengeboman berikut keterangan tambahan lainnya dengan jelas. Setelah itu, Suastari langsung lunglai seperti orang pingsan. Tak pelak, hal ini menjadi tontonan, termasuk oleh puluhan wartawan baik dalam maupun luar negeri.

Beberapa wartawan asing dan yang berasal dari luar Bali tampak terpesona menyaksikan fenomena niskala ini. Setelah dijelaskan, baru mereka memahami berbagai kekuatan spiritual yang menjaga Bali. Sekadar mengingatkan, dalam mengungkap pelaku peledakan bom di Kuta 12 Oktober 2002, aparat keamanan banyak dibantu oleh kalangan paranormal.

Yang menarik, saat kerauhan, Suastari sempat sedikit bernyanyi saat mengungkap dirinya sebagai “Patih Gajah Mada”. Sambil menunjuk orang di sekeliling yang mengerubutinya, Suastari mengatakan, kalian sudah tak pernah lagi sembahyang untuk Gajah Mada dan kerajaan Majapahit. Sesudah itu keluar ucapan yang tidak terlalu jelas. Beberapa orang di situ mengaku tak pernah mendengar ucapan seperti itu sehari-hari. Apakah itu bahasa Sanskerta atau Bali Kuno, entahlah. Yang jelas, apa yang dikemukakan Suastari dalam kerauhan merupakan isyarat bagi polisi. Apakah informasi yang disampaikan Suastari ini benar adanya, mari kita serahkan pada sang waktu. Toh, polisi kini tengah bekerja keras mengungkap pelaku pengeboman yang lagi-lagi merenggut korban jiwa.

Add comment October 8th, 2005

Pelaku Bom Bali Berusia 20-25 Tahun

Denpasar - Polisi telah mengidentifikasi 3 pelaku bom bunuh diri di Kuta Square dan Jimbaran, Bali. Hasil identifikasi dan intensifikasi terhadap 3 kepala berikut bagian tubuh yang berhasil diamankan polisi, mereka rata-rata berusia antara 20-25 tahun.

Ada pun ciri-ciri pelaku berdasarkan temuan polisi antara lain jenazah nomor 19 yang diambil dari Kafe Mendega, Jimbaran, jenis kelamin laki-laki, rambut hitam lurus, hidung bengkok pesek, susunan gigi tidak teratur, bibir tebal, alis hitam tebal, tinggi 162-165 dan usia 20-25 tahun.

Kemudian jenazah nomor 22 yang ditemukan di Kafe Nyoman , Jimbaran, jenis kelamin laki-laki, rambut hitam lurus, hidung mancung, bibir ukuran sedang, alis hitam tumbuh sedang, tinggi 163-167 dan usia 20-25 tahun.

Pelaku bom bunuh diri ketiga, jenazah nomor 4 yang ditemukan di Bar & Restoran Raja’s, Kuta Square, jenis kelamin laki-laki, rambut hitam ikal, hidung mancung ukuran sedang, susunan gigi rapi, bibir ukuran sedang, alis hitam tumbuh sedang, tinggi 160-165, dan usia 20-25 tahun.

“Ini merupakan hasil penajaman untuk mengetahui detail ciri fisik 3 jenazah dalam posisi hancur,” kata Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol Sunarko di Hotel Inna Beach, Kuta, Bali, Senin (3/10/2005).

Sunarko meminta bantuan kepada masyarakat untuk ikut membantu mengungkap kasus ini. Polda membuka pengaduan dari masyarakat selama 24 jam, baik melalui jalur SMS telepon maupun faksimili. Untuk SMS dapat dikirim ke nomor 0361-7476574, sedangkan telepon dan faksimili ke nomor 0361-234609.

Add comment October 3rd, 2005

Azahari & Noordin Diduga Otaki Serangan Bom Bali II

Dua buronan berbahaya berkewarganegaraan Malaysia, Dr. Azahari dan Noordin Mohd. Top, diduga berada di balik aksi pemboman di Kuta dan Jimbaran, Bali. Modus operandinya sama seperti peledakan bom di Kuta pada 12 Oktober 2002.

“Modus operansi serangan Sabtu lalu sama dengan serangan sebelumnya,” kata Ketua Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme Kementerian Koordinasi Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia Irjen Pol (purn) Ansyaad Mbai.

Ansyaad, kepada kantor berita The Associated Press, menyatakan kedua tersangka utama tersebut tidak termasuk di antara tiga pelaku bom bunuh diri. Keduanya hanya menjadi otak serangan seperti pada serangan-serangan sebelumnya.

Ketiga pelaku bom bunuh diri kini telah tewas dan tubuh yang tidak utuh lagi. Yang tersisa utuh tinggal kepala dan kaki. “Dari bukti yang ada kita bisa menyimpulkan pelaku membawa bom di sekitar pinggang mereka,” kata Ansyaad.

Duet Azahari dan Noordin merupakan buronan paling berbahaya di Indonesia. Keduanya diduga menjadi otak berbagai aksi pemboman di Tanah Air. Salah satu aksi mereka yang paling mematikan adalah serangan bom Bali pada 2002 lalu yang menewaskan 202 orang, sebagian besar adalah orang asing.

Perburuan terhadap kedua buronan berbahaya yang diduga merupakan tokoh jaringan Al Qaeda itu terus dilakukan. Tapi, sejauh ini, perburuan itu belum membawa hasil. Hingga kemudian kembali terjadi serangan yang mematikan pada Sabtu 1 Oktober kemarin.

Add comment October 3rd, 2005

Pelaku Bom di Restoran Raja’s Berbaju Hitam dan Bercelana Jean

Denpasar - Polda Bali mendapat kiriman rekaman video yang dikirim seseorang. Dengan rekaman itu, polisi mengetahui awal mula terjadi bom di Restoran Raja’s, Kuta Town Square. Dalam rekaman itu, pelaku terlihat mengenakan baju hitam, bercelana jean, dan menyandang tas punggung.

Rekaman video itu diputar di depan wartawan dalam jumpa pers Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika di Hotel Inna Kuta Beach, Jl. Pantai Kuta, Denpasar, Bali, Minggu (2/10/2005). Menurut Kapolda, rekaman video ini diterima Polda Bali pada Minggu pagi.

Rekaman video ini milik salah seorang yang saat kejadian sedang berlibur dan berada di sekitar Restoran Raja’s. Di restoran ini, pemilik rekaman ini memfilmkan anggota keluarga mereka. “Secara tidak sengaja, terekam gerakan pelaku,” ungkap Kapolda.

Saat ditanya siapa pemilik rekaman video itu, Kapolda benar-benar merahasiakannya. “Kami tidak akan pernah menyebutkan namanya. Orang itu mengalami luka sedikit. Mungkin ada keluaganya yang masuk restoran. Video ini cukup panjang,” jelas dia.

Ketika ditanya apakah pemilik rekaman video itu adalah warga Indonesia atau orang asing, Kapolda juga menolak membocorkannya. “Apakah dia orang asing atau tidak, kita protek,” ujar Kapolda.

Isi Rekaman Video

Dalam video yang diputar, dalam gambar tampak ada perempuan asing berbaju putih yang sedang berpose. Di sebelah kanan belakang, tampak seorang laki-laki berbaju hitam, bercelana blue jean, dan membawa tas yang diduga berisikan bom, masuk ke dalam restoran Raja’s.

Gerakan lelaki itu terus terpantau oleh kamera. Pria itu meletakkan tangan kanannya ke tas punggungnya. Dalam hitungan detik saat pria itu masuk ke dalam restoran, terjadi ledakan bom. Sebelum ada ledakan, tampak terlebih dulu kilatan cahaya yang terang.

Kronologi

Menurut Kapolda, ledakan pertama terjadi Kafe Menega pukul 19.40 Wita. Ledakan kedua terjadi di Kafe Nyoman pukul 19.41 Wita. Dan terakhir, ledakan terjadi di Restoran Raja’s pada pukul 19.45 Wita.

Kapolda juga memperlihatkan foto-foto wajah ketiga pelaku peledakan. Foto-foto yang diperlihatkan berjumlah 6 foto, dengan masing-masing pelaku dua foto. Foto wajah ketiga pelaku masih tampak jelas dan inderanya masih lengkap. Ketiganya masih tampak muda, berumur antara 20-30 tahun.

Add comment October 2nd, 2005

Bom Bali II - Setiap Bom Berisikan TNT Tidak Lebih dari 10 Kg

Denpasar - Tiga pelaku meledakkan tiga bom di Kuta dan Jimbaran, Bali. Diperkirakan, masing-masing bom yang dibawa pelaku tidak lebih dari 10 kilogram. Bom itu dibawa mereka di dalam tas yang disandang di punggung mereka.

Penjelasan ini disampaikan Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika kepada wartawan dalam jumpa pers di Hotel Inna Kuta Beach, Jl. Pantai Kuta, Kuta, Minggu (2/10/2005) malam. Hingga kini, polisi belum mengatongi identitas ketiga pelaku bom bunuh diri itu.

Menurut Kapolda, aparat kepolisian telah menemukan TNT di tiga lokasi peledakan. Masih ada kemungkinan ada bahan lain selain TNT yang digunakan untuk formula bom tersebut. “Bahan lain belum ditemukan, tapi sedang diteliti,” ungkap Kapolda.

Selain bahan TNT, polisi juga menemukan bola-bola besi (gotri) yang berserakan. “Gotri-gotri ini menempel pada tubuh korban, baik yang luka-luka atau yang tewas,” ujar dia.

Ketika ditanya dari mana bahan TNT bisa masuk ke Bali, Kapolda menjelaskan, bahan peledak itu bisa saja masuk dengan mudah ke Bali. “Pantai di Bali panjang. Dari Gilimanuk juga bisa. Kita tidak mungkin ngecek satu per satu orang yang lewat,” jelas Kapolda.

Meski begitu, Kapolda memprediksi bahwa bom yang diledakkan di Kuta dan Jimbaran itu dibawa masuk ke Bali sudah dalam keadaan jadi. “Jadi, bukan dibawa per bahan, tapi, sudah dalam bentuk bom,” ungkap dia.

Kapolda menjelaskan, berdasarkan kiriman video amatir yang diterima polisi, pelaku pemboman ini membawa bomnya dengan menggunakan tas/ransel yang disandang di punggungnya. Namun, belum jelas bagaimana sistem peledakan bom itu, apakah dipencet, ditarik, atau diledakkan dari luar. “Kemungkinan-kemungkinan ini masih kita teliti,” ujar Kapolda.

Saat ditanya apakah ketiga pelaku peledakan sudah masuk dalam buronan Polri atau orang baru, Kapolda mengaku tidak memiliki informasi tentang ketiga pelaku. “Mukanya bersih, sehingga bisa direkonstruksi. Tidak seperti bom Marriott, kepala pelaku bom bunuh diri lembam dan rusak. Akan kita telusuri,” jawab dia.

Add comment October 2nd, 2005

Sehari Pasca Bom Bali II, Belum Terlihat Eksodus Turis

Bali - Meskipun Bali diwarnai ledakan dahsyat yang menyebabkan lebih dari 25 orang tewas dan 129 luka-luka, namun ini tidak menyebabkan para turis mancanegara eksodus dari Bali.

Berdasarkan pantauan detikcom, kondisi di terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar,hingga pukul 17.00 Wita, Minggu (2/10/2005), masih terlihat lengang.

Hal ini sangat berbeda dengan pascaledakan bom tiga tahun sebelumnya di Legian, Bali. Pada saat itu sejak dini hari terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai sudah penuh sesak.

Masih normalnya situasi bandara juga disampaikan oleh Officer Incharge Bandara Ngurah Rai, I Ketut Open. “Sejak semalam masih normal saja mas. Tidak ada ekstra flight,” kata Ketut di Bandara Ngurah Rai.

Ketut menambahkan, penerbangan juga masih seperti hari-hari biasanya. “Tiap hari 30 penerbangan, diantaranya ke Jepang, Korea dan Australia,” ujarnya.

Tetapi, hal sebaliknya justru terjadi di pintu kedatangan domestik. Terlihat kepadatan pengunjung di gerbang ini.

Bahkan sejak rencana kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Bali, semua penerbanagan mengalami delay. Hal ini terjadi untuk jadwal kedatangan pukul 16.00-17.00 Wita.

Setidaknya hal ini dialami oleh pesawat Batavia Air dengan rute Surabaya-Bali. Pesawat yang sesuai jadwal berangkat pukul 13.35 WIB menjadi tertunda pada pukul 14.30 WIB.

Bahkan, menurut seorang penumpang dari Surabaya, Rofiq, pesawat Batavia Air yang ditumpanginya sempat berputar-putar sekitar 15-20 menit sekitar 1 mil dari Bali.

“Padahal jarak tempuh dari Surabaya-Bali hanya 35 menit. Namun akibat berputar-putar itu menjadi satu jam perjalanan,” keluh Rofiq.

Add comment October 2nd, 2005

3 Pelaku Bom Bunuh Diri Tewas, 3 Kepala Diuji DNA

Denpasar - Tiga kepala yang terpisah yang ditemukan di tiga lokasi ledakan dipastikan milik para pelaku bom bunuh diri. Tiga kepala ini masih utuh dan tampak jelas. Namun, polisi mengaku belum mengetahui identitas ketiganya.

Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika memastikan bahwa tiga bom yang meledak di Restoran Raja’s di Kuta Square, Kafe Nyoman, dan Kafe Menage adalah bom bunuh diri. “Pelakunya ya tiga orang yang mati itu,” kata Kapolda dalam jumpa pers di Hotel Inna Bali Beach, Jl. Pantai Kuta, Kuta, Bali, Minggu (2/10/2005) malam.

Hingga saat ini, ketiga kepala yang terpisah dari badannya ini masih berada di RSUP Sanglah. Ketiga kepala sudah difoto dan sedang ditelusuri identitas tiga kepala itu. Tiga kepala itu juga sedang diperiksa DNA-nya. Pengambilan sampel untuk pemeriksaan DNA sudah dilakukan pada hari ini.

Menurut Kapolda, tiga kepala yang terlepas dari badannya itu bisa terjadi karena pelaku membawa bom yang diletakkan di dalam ransel yang disandang di punggungnya. Dengan ledakan yang dahsyat, maka kepala terlepas, bagian perutnya tercerai berai. “Bahkan, kepala yang kita temukan di Jimbaran, terlempar hingga 25 meter dari titik ledakan,” kata Kapolda.

Selain tiga pelaku peledakan yang tewas itu, Kapolda menduga masih ada sedikitnya tiga pelaku lainnya. “Kemungkinan ada pelaku lainnya. Biasanya, dalam kasus seperti ini, ada pihak yang merencanakan, membuat bom, dan mengatur,” kata dia.

Hingga saat ini, menurut Kapolda, belum ada pihak yang ditangkap atas peledakan ini. Kapolda juga mengakui belum ada hubungan pelaku peledakan dengan pelaku peledakan di Marriott atau Paddys Cafe. “Semuanya masih diselidiki,” ujar dia.

Add comment October 2nd, 2005

Bom Bali II - Kapolda: Korban Tewas 22 Orang

Denpasar - Jumlah korban tewas akibat Bom Bali II masih simpang siur. Sebelumnya, sempat disebutkan bahwa korban tewas 26 orang. Namun, Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangku Pastika meluruskan bahwa korban tewas berjumlah 22 orang.

Hal ini disampaikan Kapolda dalam jumpa pers di Hotel Inna Bali Beach, Jl. Pantai Kuta, Kuta, Bali, Minggu (2/10/2005) malam. Turut hadir dalam jumpa pers Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Soenarko.

Saat ditanya mengapa jumlah korban tewas turun, Kapolda menyatakan, jumlah korban 22 tewas ini diketahui setelah dihitung secara cermat. “Kalau ada 25 orang, itu ada kekeliruan. Yang dihitung bagnya (kantong mayat),” kata Kapolda.

Ternyata, setelah dihitung ulang, ada kantong yang isinya hanya kepala, kemudian ada kantong yang berisikan 1 tangan, ada juga kantong yang berisikan 1 kaki. “Jadi, kalau dihitung semua kantongnya bisa segitu, tapi yang benar 22 orang,” kata dia.

Dari 22 korban tewas ini, 13 orang adalah warga Indonesia. Namun, Kapolda belum menerima 13 nama jenazah warga Indonesia itu.

Dari 22 korban tewas itu, 18 jenazah tampak utuh dan satu jenazah sudah dibawa pulang keluarganya (Ratih). Sedangkan tiga korban tewas lainnya, tidak dalam kondisi utuh. Badan, kepala dan kaki terpisah.

Menurut Kapolda, dari pemeriksaan terakhir, masih ada 5 korban tewas yang belum teridentifikasi. Kelima jenazah itu diduga warga asing. Empat jenazah berkulit putih, satu jenazah berkulit kuning.

Sementara itu, pihak RSUP Sanglah juga membenarkan korban tewas sebanyak 22 orang. “Setelah dihitung lagi, korban tewas 22 orang,” kata dr Ken dari Divisi Pelayanan RSUP Sanglah saat dihubungi detikcom pukul 21.00 Wita.

Add comment October 2nd, 2005

Tinggalkan Jakarta, SBY ke Bali

Tepat pukul 13.15 WIB, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terbang ke Bali untuk meninjau lokasi ledakan dan mengunjungi korban ledakan bom Bali II. Selain itu juga, SBY direncanakan akan menginap di Bali untuk mengadakan pertemuan dengan PM Singapura Lee Hsien Loong.

Presiden berangkat ke Bali melalui Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (2/10/2005), dengan menggunakan pesawat TNI-AU berjenis AVRO J85. Presiden SBY didampingi istrinya Ny Ani SBY.

Ikut dalam rombongan Presiden antara lain Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Menteri Perindustrian Andung Nitimihardja, Menteri Pariwisata Jero Wacik, Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, dan juru bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.

Add comment October 2nd, 2005

Previous Posts


Calendar

October 2008
M T W T F S S
« Aug    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Posts by Month

Posts by Category